Laporan : Dhani/ Sapta

Cianjur, metropuncaknews.com – Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Niki Ramdhany, SE, SIK, M.Si memimpin siaran pers tentang pengungkapan perkara penipuan atau penggelapan salah satu oknum Wedding Organizer High Level Cianjur. Kegiatan tersebut digelar di Lobby Sat Reskrim Polres Cianjur, Kamis (20/02).

Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cianjur mengamankan BJM (27), pemilik wedding organizer HL Cianjur, Selasa (18/2/2020) dini hari. BJM diamankan tim khusus di suatu lokasi di wilayah Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Pasalnya, BJM diduga kuat telah melakukan penipuan terhadap puluhan pasangan pengantin.

Niki mengatakan, sekarang  tersangka ini koperatif dan diamankan pihaknya. Namun meski demikian, pihaknya terus melakukan penyelidikan lebih dalam. Siapa-siapa saja yang terlibat dan siapa-siapa saja yang terkait dengan perkara ini.

 “ Kami masih mendalami, apakah ada pihak ketiga atau tidak berkenaan dengan perkara ini” imbuh Niki.

Lebih lanjut Niki mengatakan, tersangka melakukan perbuatan tersebut dengan dalih mencari keuntungan lebih. Dari tersangka BJM polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen WO, transaksi keuangan, dan Screenshot isi percakapan dengan klien dan satu buah HP. Kondisi tersangka pelaku sehat. Tetapi sedang hamil tua dan akan segera melahirkan dalam beberapa hari ke depan.

“ Karena alasan kemanusiaan yang mengandung hamil sekarang ini 8 bulan setengah, berdasarkan keterangan dokter hitungan hari akan melahirkan dan menurut informasi sekarang sudah ada kontraksi- kontraksi, selain itu juga saya yakin dan percaya tersangka ini tidak akan melarikan diri tidak menghilangkan barang bukti dan lain-lainnya” jelas Niki.

Adapun kronologis kejadiannya,  yaitu awalnya pada Senin 23 september 2019 sekira pukul 10.00 WIB di Kampung Cigombong RT 2 RW 9 Desa Ciherang kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur telah terjadi penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan BJM. Modusnya dengan cara pelaku menawarkan jasa wedding organizer melalui Instagram @highlevel. Berita dekor dan catering dengan tawaran diskon 20% sehingga korban tergiur dan akhirnya mentransfer sejumlah uang. Tapi nyatanya tidak ada realisasi bahkan tidak ada kabar sampai dengan saat ini.

Sedangkan kronologis penangkapannya yaitu, pada Minggu 16 Februari 2020 telah diterima laporan kepolisian dari saudari Gelar Jagat Raya dan dari saudari Meta Hanindita. Tentang telah terjadi penipuan dan atau penggelapan dengan modus melalui Instagram @highlevel. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan pencarian terhadap pelaku dan pelaku menyerahkan diri ke kantor polisi pada Senin 17 Februari 2020.

Para korban mengaku dirugikan secara materiil setelah pesanan paket resepsi pernikahan mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akibatnya, mereka harus menanggung malu karena momen sakral yang seharusnya berlangsung istimewa dan mengesankan itu terpaksa digelar seadanya. Pemilik WO, inisial BJM (27) disinyalir telah meraup ratusan juta rupiah dari para korban. Ada korban yang telah menyetor Rp 15 juta sampai Rp 120 juta.

“ Pada kasus tersebut terangka dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here