Kios dan bangunan liar di sepanjang jalan Bojongpicung-Ciranjang dibongkar paksa petugas Sat Pol PP Cianjur

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com  – Penertiban banguan liar di pinggir jalan Ciranjang-Bojongpicung, tepatnya di Kampung Kebon Jeruk, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung Cianjur, dilakukan pihak Sat Pol PP Cianjur, Rabu (31/10).

Padahal, penertiban kios liar itu telah dilakukan dua tahun lalu. Namun baru-baru ini bangunan liar tersebut, mulai terlihat bermunculan lagi di pinggir jalan Ciranjang-Bojongpicung.

Karuan saja hal itu membuat berang Pemerintahan Kecamatan Bojongpicung. Seakan mempermaikan kinerja pemerintah Kabupaten Cianjur. Karena itu pihak Sat Pol PP Kabupaten Cianjur kembali  melaksanakan penertiban.  Petugas membongkar paksa seluruh bangunan, kios yang berada dipinggir jalan.

Sebum melaksanakan penertiban, membongkar kios penjual kelapa muda, pihal Satpol PP dengan pemilik kios sempat adu mulut. Pemilik kios tidak terima kiosnya akan dibongar. Karena pemilik kios yang akan dibongkar menilai, petugas tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. Beruntung adu mulut tersebut tidak berbuntut panjang dan bisa diredam dengan baik.

Pedagang es kelapa muda yang bangunan kiosnya dibongkar, Edi Rustandi, warga Kampung  Rawabebek RT 02 /01, Desa/Kecamatan Bojpicung, menjelaskan, pihaknya bertahan untuk tidak dibongkar. Karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan mengenai hari pelaksanaan pembongkarannya. Seharusnya menurut Edi, satu hari sebelumnya pihak Kecamatan Bojongpicung memberitahukan mengenai waktu pelaksanaan pembongkaran.

Edi merasa, hanya kiosnya saja yang dibongkar. Sedangkan kios dan bangunan lain tidak dibongkar. Seperti bangunan untuk kantor sekretariat Ormas yang ada di pinggir jalan tidak dibongkar. Hal itu, dipandang Edi sebagai tindakan yang tebang pilih. Edi menegaskan, kalau diberi tahu waktu pembongakrannya, tentu saja akan dibongkar sendiri.

” Silahkan sekarang bongkar asal bangunan liar milik orang  lain dibongkar juga, minimal besok atau lusa,” ucap Edi dengan nada kesal.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Bojongpicung Andriana (54) menjelaskan, dilaksanakannya penertiban bangunan liar yang berada di pinggir jalan selain terlihat kumuh, juga banyaknya masukan dari masyarakat setempat. Karena bangunan kios yang ada di pinggir jalan selalu dijadikan tempat maksiat. Tempat berkumpulnya oknum pemuda yang mengkonsumsi miras dan tempat wanita penghibur.

Selain itu, pihak Kepolisian Bojongpicung sepekan lalu, telah mengamankan 4 oranga pemuda yang sedang nengak miras di kios es kelapa muda yang sekarang sedang dibongkar.

Tidak hanya itu saja pihaknya menyelamatkan Perbup No. 300.05/Kep. 203-Satpol PP Damkar/2018. Tentang pembentukan tim  penertiban bangunan liar. Maka dengan adanya itu, pihak Kecamatan Bojongpicung, langsung minta bantuan Sat Pol PP Cianjur untuk mengeksekusi penertiban bangunan liar.

Adanya adu mulut pihak pemilik banguan liar dengan petugas Sat Pol PP itu hal biasa. Mempertahankan haknya yang salah. Padahal jauh sebelumnya telah diberi surat pemberitahuan sebanyak tiga kali. Nyatanya tidak ada upaya untuk dibongar sendiri. Tapi setelah dibongkar pihak Sat Pol PP, baru ada reaksi mempertahanka dengan alasan tidak ada pemberitahuan.

“ Demikian pula dengan bangunan liar lainnya dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan eksekusi penertiban yang dilaksanakan langsung pihak petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur, karena pihak Kecamatan Bojongpicung hanya mendampingi saja,” ucap Andriana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here