Laporan : Sandi/Dani

Cianjur, metropuncaknews.com – Tak puas dengan hasil tes tertulis akademik Pilkades Serentak 2020 di Universitas Suryakancana Minggu (19/01) kemarin. Salah seorang kandidat Bakal Calon (Balon) Kades gruduk rumah panitia Pilkades Desa Mekarsari yang beralamat di Jalan Raweuy No. 169 Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Senin (20/01).

Camat Cianjur Kota, Tom Dani Gardiat mengatakan, kedatangan salah satu kandidat bacalon kades itu, karena merasa tidak puas dengan hasil tes akademik kemarin. Balon tersebut menduga terdapat kecurangan di pihak panitia Pilkades Desa Mekarsari.

” Ada atau tidak adanya kecurangan, itu karena ketidaktahuan panitia Pilkades Mekarsari, dan itu pun diiyakan dan diakui oleh Ketua Panitianya,” kata Camat.  

Lanjutnya, test tertulis akademik yang kemarin sudah dianggap batal itu dan harus segera diadakan test ulang. Paling lambat malam ini sampai batas waktu pukul 23:59 WIB.

” Tes ulang akan dilakukan hari ini, selambat-lambat sampai pukul 23.59 WIB,” ujar Camat Cianjur.

Pihak penggugat, Ketua Umum Bravo Komando Grup Bambang Adi S mengatakan, dalam tes akademik yang dilaksanakan kemarin terdapat keanehan. Salah satunya pada saat ditanya, ketua panitianya tidak bisa membedakan. Mana pekerjaan pemerintahan dan organisasi. Karena itu, masih kata Adi. S, pihaknya a meminta untuk hasil tes kemarin dibatalkan. Kalau masih menentang, pihaknya akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

” Kita disini karena melihat ada kejanggalan, terutama pada hasil dan pertanyaan. Maka kita menduga adanya kecurangan, dan meminta untuk dibatalkan, bahkan kalau perlu dibawa keranah hukum saja,” ujarnya diamini  Soliamin Harahap suami Ratih Rahayu salah seorang kandidat Balon Kades Mekarsari.

Menyikapi hal tersebut, ketua Panitia Pilkades Mekarsari, Enoh Suryana menyampaikan, permohonan maafnya. Karena memang atas dasar ketidaktahuan dan tidak bisa membedakan pekerjaan pemerintahan dan organisasi. Di Pilkades Mekarsari ini, terdapat 12 kandidat bacalon.

” Saya meminta maaf atas ketidaktahuan ini, dan saya pun mengakui itu salah, karena tidak bisa membedakan pekerjaan pemerintah dan pekerjaan organisasi,” ungkapnya.

Terakhir, Enoh menambahkan, pihaknya disini hanya memindahkan data saja bukan mengolah data. “ Untuk hasil tes kemarin pun kita dibatalkan. Sementara untuk tes tertulis, akan kita ulang usahakan paling lambat sampai pukul 23.59 WIB nanti,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here