Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak lima keluarga secara resmi mengundurkan diri sebagai Keluarga Penerima Harapan (KPM) di Desa Naringgul Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan Jawa Barat, Senin (10/02).

Adapun lima peserta PKH yang mengundurkan diri yaitu, Inah (48) Warga Kampung Cisirem RT 02/09, Deti (47), Wariah (41) Kampung Tutugan RT 1/11 Yeni Yuliani (28) Kampung Cicukang RT 1/10, Dede Waryati (41) Kampung Cihanjawar RT 1/5 dari jumlah 5 keluarga yang mengundurkan diri semuanya pendampingan bapak Irwan Rahadiansyah.

Kemunduruan tersebut dibenarkan oleh Pendamping PKH Kecamatan Irwan Rahadiansyah, benar dari jumlah 140 Penerima Keluarga Harapan (PKH) Desa Naringgul, sebanyak lima Keluarga yang menyatakan mundur secara Graduasi Mandiri atau secara rela sebagai penerima Program PKH lantaran mereka sudah mampu untuk menghidupi keluarganya sendiri.

” Adapun KPM yang Graduasi Mandiri terdiri dari dua KPM Kohort 2014, Dede Waryati dan Wariah, satu KPM Ibu Inah Kohort 2016 kemudian dua KPM Deti dan Yeni Kohort 2017, mereka diantaranya membuka warung sembako, masakan dan memaksimalkan usaha hasil bumi,” ujarnya.

Lanjut Irwan, kemunduran tersebut atas kesadaran sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, semua KPM menyatakan mundur dan memberikan kesempatan kepada Keluarga lain yang memang lebih layak menerima bantuan.

“Kelima keluarga secara tertulis menyatakan pengunduran dirinya dengan membuat pernyataan diatas kertas dengan dibubuhi tanda tangan diatas materi enam ribu dan disaksikan oleh Kepala Desa, Camat, Danposmil, Kapolsek pada hari senin (10/2/2020) sekira pukul 10.00 WIB di kantor Desa Naringgul,” pungkasnya.

Salah seorang warga penerima PKH Deti (47), yang mengundurkan diri menyampaikan ucapan terima kasihnya atas bimbingan Irwan selama menjadi KPM PKH, sehingga kami bisa mendapatkan ilmu dari P2K2, tidak lupa juga kepada Kementerian Sosial dan Presiden Joko Widodo sudah memberikan bantuan PKH kepada Kami.

“Pengunduran diri ini atas dasar kesadaran kami sendiri, tidak ada unsur paksaan dari pihak lain karena kami merasa sudah mampu dan sudah tidak layak untuk mendapatkan bantuan PKH,” katanya.

Lanjutnya, inti yang paling utamanya untuk memberikan kesempatan kepada warga lainnya yang lebih layak untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

“Terima kasih banyak atas bimbingan pendamping PKH, selama menjadi KPM kami bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dari Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), tak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial dan Presiden Joko Widodo sudah memberikan bantuan PKH selama ini kepada keluarga kami,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here