Atap dan dinding rumahTedi, jebol disambar petir

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Rumah permanen milik pasangan hidup Tedi Laksana (47) dengan Een Komalasari (42), warga Kampung Ramasari RT 03/01 Desa Ramasari Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, Sabtu (3/11)  sekira pukul 18,00 WIB, ambruk  disambar petir. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut,namun kerugian materi diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Informasi yang dapat dihimpun di lokasi kejadian, sebelum adzan magrib berkumandang, hujan turun dengan deras. Seluruh warga masuk rumahnya masing-masing. Begitu pun keluarga korban.  Mereka berkumpul di tengah rumah. Tak lama kemudian seluruhnya masuk ke ruangan kamar depan.

Hanya selang dua menit, seketika terdengar suara mengelegar keras dan suara petir dibarengi percikan cahaya api yang meyambar atap tengah rumah. Hingga bangunan tengah rumah beserta isinya porak poranda ambruk. Seluruh penguni rumah langsung panik berhamburan keluar rumah berteduh di rumah milik tetangga.

Istri beserta anak korban, mengalami shok dan kondisi rumah porak poranda. Atap dan dinding jebol serta isi rumah berserakan. “ Seluruh keluarga korban untuk sementara dievakuasi ke rumah saudaranya yang tak jauh dari rumah korban,” ucap Alek (45) warga setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Ramasari, Agus Suarna mengatakan, dampak terjadinya sambaran petir, tidak hanya mengakibatkan ambruknya rumah saja. Tapi ternyata dari lokasi kejadian sampai radius 50 meter,  terkena dampak. Seperti  instalasi jaringan listrik milik orang lain konsletig, termasuk jaringan listrik, Riviter, CCTV dan 1 unit Komputer milik Kantor Desa Ramasari koslet dan mengakibatkan rusak berat.

Kejadian tersebut, telah dilaporkan melalui telpun seluler dan Whasap pada pihak Kecamatan, Polsek dan Koramil. Sedangakan pelaporan secara tertulis mungkin baru akan dolaporkan besok, karena kompiuter milik desa mengalami kerusakan.

Diharapkan kepada tim medis Puskesmas Cipeuyeum, untuk melakukan pemeriksaan  medis terhadap keluarga korban supaya tidak mengalami shok yang berkepanjangan. “  Dan pada pihak Pemkab Cianjur mohon bantuan moriil mau pun materil untuk keluarga korban, untuk meringankan beban keluarga korban,” ucap Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here