Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Rumah panggung  ururan 7X5 meter, milik keluarga Kakek Amin (70) yang tuna netra, warga Kampung Panagan RT 03/02 Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber Cianjur, rata dengan tanah, ludes terbakar jadi abu, Kamis (02/04) sekira pukul 17. 00 WIB.

Menurut keterangan warga setempat, titik api berasal dari tengah rumah langsung membimbing tinggi. Sontak saat itu pula seluruh  warga  setempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun kobaran api tak mampu dipadamkan, karena jauh dari sumber air. Hanya dalam kurun waktu 30 menit bangunan rumah langsung rata dengan tanah.

Saat kejadian tidak ada korban jiwa hanya mengakibatkan kerugian sekitar senilai Rp. 35 juta. Menurut keterangan warga setempat, kebakaran tersebut terjadi diduga kuat akibat dibakar anaknya yang berinisial M (26). Karena, sebelumnya M minta uang untuk beli motor dan tidak dikabulkan orang tuanya. “ Sebab kondisi ekonomi keluarga kurang beruntung,” ujar salah seorang warga setempat yang namanya minta dirahasiakan.

Kepala Desa Sukaraharja, H. Anwar Syaiful Falah yang akrab dipanggil H. Abo mengatakan, memang benar adanya bahwa rumah panggung milik keluarga kakek Amin yang tuna netra, tadi petang terbakar  ludes jadi abu. Kebakaran tersebut diduga akibat sengaja dibakar anaknya M. Karena minta uang senilai Rp 5 juta untuk beli motor tidak dikabulkan kedua orang tuanya.

Beberapa hari sebelumnya M minta duit untuk beli motor. Namun tak dikabulkan. Karena jangankan uang sebesar itu, untuk makan sehari – hari juga sudah kesulitan. Tak lama kemudian M mengancam akan membunuh kedua orang tuanya, hingga Kakek Amin beserta istrinya mengungsi ke rumah saudaranya yang masih berada di lingkungan Kecamatan Cibeber.

Tak lama kemudian, tepatnya Kamis (02/04) petang rumah Keluarga Kakek Amin kebakaran. Karuan saja Kakek Amin langsung curiga bahwa kejadian kebakaran tersebut adalah kelakuan anaknya. Tak lama pihak keluarga berhasil mengamankan M dan langsung dibawa ke PolsekCibeber.  

” Kalau dilihat secara kasat mata, jangankan uang Rp 5 Juta, untuk makan sehari hari juga sudah kesulitan, engga habis pikir entah ada apa dibenak pikiran si M, hingga nekat bakar rumah,” ucap H. Abo.

Ia menambahkan, terjadinya kebakaran rumah milik Kakek Amin yang renta juga tuna netra, pihaknya ikut prihatin juga iba. Atas kejadian tersebut, pihaknya uluran tangan para dermawan, khususnya pada Pemkab Cianjur. “ Kiranya para dermawan sudi membantu, minimal untuk meringankan beban mereka baik untuk makan sehari-harinya maupun untuk tempat berteduhnya,” harap H.Abo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here