Rumah nenek Upit dirobohkan untuk dibangun kembali oleh warga sekitar

Laporan : Shandi/R Dhany

Cianjur, metropuncaknews.com – Rumah milik Nenek Upit (62) yang sudah lanjut usia (lansia) warga Kampung Tugu Sukamaju RT. 03/06 Desa Sukamaju, Cianjur, terpaksa dirobohkan, Minggu (28/10).

Aksi tersebut dilakukan sebagai protes damai melalui gerakan sosial kemanusiaan warga Kampung Tugu Sukamaju RT 3/6, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Deni (50) membenarkan hal tersebut. Pasalnya, melihat kondisi rumah salah satu tetangganya yang sudah lansia dan mau ambruk. Banyak pihak merasa khawatir dan takut ada korban jiwa.

Maka, ia bersama warga, akhirnya ia terpakasa merobohkannya, supaya Nenek Upit menempati rumah layak huni, yang saat ini sedang digeber pembangunannya, melalui gotong royong bersama.

” Saya minta, tolong lah coba perhatikan warga yang memang perlu dibantu. Artinya bantuan diterima sesuai kepada penerima manfaat melalui program bantuan rutilahu itu. Supaya bisa dirasakan manfaatnya dan tepat sasaran,” katanya.

Selain rumah milik Nenek Upit yang dibantu swadaya masyarakat, berikutnya akan dibangun rumah Nenek Tikah (65) warga RT. 01/06, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Ia menambahkan, kalau bisa rekan media menjembatani masyarakat kepada pemerintah. Baik pemerintahan desa setempat maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur melalui dinas terkait, tentang sasaran bantuan untuk rakyat miskin.

” Intinya, bantuan rutilahu itu betul-betul layak untuk dibangun, bukan kepada orang yang mampu. Seperti halnya masih bisa bekerja, keluarganya ada  dan mampu, malah itu yang mendapat bantuan. Jadi tolong lah diperhatikan, karena melihat realita di lapangan selama ini, bantuan-bantuan tersebut kurang tepat sasaran,” ujar, Deni didampingi Agung (38) warga setempat.

Sementara, salah seorang staf Desa Sukamaju, Beben Junaedi memaparkan, sebelumnya memang mau diajukan rutilahu. Tapi sama keluarganya tidak diijinkan, karena tanah tersebut mau dibangun lagi katanya. Maka dari itu akhirnya tidak jadi, kalau untuk data Nenek Tikah, tahap kedua sudah masuk dan akan dibangun melalui program bantuan Rutilahu.

” Berdasarkan keterangan dari Ketua RT. 02/06, sekaligus Kepala Kedusunan (Kadus), bahwa rumah tersebut dengan status tanah milik saudaranya, dan mau dibangun kembali oleh saudaranya. Kita akan coba untuk memfasilitasi, dan tentunya aspirasi warga akan ditampung. Mudah-mudahan apa yang diharapkan bisa tercapai, menjadi barokah melalui eksistensi gerakan sosial kemanusiaan,” ungkap Beben.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here