Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Rumah permanen ukuran 7 X 6 meter, milik pasangan suami istri Iyan (50) dengan Rita Rosita (45), warga Kampung Pasir Kuntul RT 03/09 Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang, ambruk dan nyaris rata dengan tanah, Minggu (23/09). Diduga kuat, ambruknya rumah tersebut karena lapuk dimakan usia. Pasalnya, sejak rumah itu dibangun tidak pernah mendapat perbaikan.  

Rita Rosita menjelaskan, rumah tersebut mulanya dihuni satu keluarga sebanyak 4 orang. Sekarang hanya dihuni 3 orang. Karena anak paling besar  dititipkan ikut dengan kakek neneknya di Bandung. Karena di rumah tersebut tidak ada kamar untuk tempat tidur. 

Sedangkan anak yang ke dua, paling kecil yang sekarang masih duduk di bangku SMP masih  serumah dengannya. Tempat tidurnya di tengah rumah, karena  ruangan kamar dan dapur sudah tidak berfungsi. Genting dan bagian atapnya sudah jebol dan rusak parah.  

Hingga saat turun hujan, seluruh air masuk ke tengah rumah dan bagian dapur. Karena itu,  belum lama ini genting dan bagian atap dapur serta tengah rumah ambruk, karena lapuk dimakan usia. Sekarang bangunan rumah tersebut tinggal separuh dan itu pun takut untuk dihuni. Karena takut ambruk seluruhnya saat mereka sedang istirahat tidur. 

Untuk sementara pihaknya bersama keluarga, ikut nginep di rumah tetangga. ” Sebelum rumahnya diperbaiki mungkin akan selamanya akan nginap di rumah milik tetangga,” ucap Rita dengan suara parau menahan tangis.  

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat juga sebagai Korwil Mualaf Centre, Agus Setiawan (54) mengatakan, rumah keluarga Pasutri Iyan dengan Rita Rosita, kemarin ambruk, karena lapuk sudah lama tidak mendapat perbaikan. Pasutri tersebut tergolong keluarga mualaf yang kesehariannya berada di tengah-tengah pemukiman non muslim. 

Maka dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya ikut prihatin. Karena selain tergolong keluarga kurang beruntung juga terkena musibah rumahnya ambruk. Untuk itu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin, supaya keluarga tersebut memiliki rumah lagi yang layak huni. 

” Insya Allah, saya akan berusaha semaksimal mungkin, untuk membangun rumah layak huni dengan cara mencari santunan dari berbagai donasi, dermawan atau pihak pemerintah,” ucap Agus.  

Dilain pihak, Sekdes Kertajaya Arif (45) menambahkan, pihaknya sudah memasukan nama Pasutri Iyan dan Rosita pada daftar pengajuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), Provinsi Jawa Barat.  “ Namun upaya pengajuan hingga kini belum pula ada realisasinya, bahkan sekarang bangunan rumah tersebut telah ambruk, dengan itu pihaknya akan berupaya membantu supaya rumah keluarga Iyan mendapat bantuan agar dapat dibangun kembali,” ujar Arif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here