Laporan : Agus

Cianjur,  metropuncaknews.com – Yayasan Ruhang Jiwa Insani adalah yayasan yang bergerak dibidang sosial. Yayasan yang satu ini memberikan bantuan dan pelayanan kepada Orang Dengan Ganguan Jiwa ( ODGJ ). Kini Yayasan Ruhang Jiwa Insani bermarkas di Kp. Pasir Kalapa RT 01/03 Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.

Sebulan teakhir ini,  Yayasan Ruhang Jiwa Insani sudah mempunyai Panti Ruhang Rehabilitasi Pulih Jiwa dan menangani 24 ODGJ.  Pasien ini semuanya itu berasal dari beberapa kecamatan diwilayah Cianjur. Menurut keterangan, 9 orang telah dikembalikan atau diambil keluarganya, karena sudah pulih atau sehat. Kini tinggal 15 orang lagi yang masih berada di panti.

Ketua Yayasan Ruhang Jiwa Insani  Rukman Samsudin, saat dihubungi, Sabtu (14/3) mengatakan, ODGJ itu kan orang yang mengalami gangguan dalam pikiran. Perilaku dan perasaan yang bermanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Karena itu, pihaknya mempunyai keinginan agar ODGJ itu tetap  menjadi manusia yang dimanusiakan. Kenapa seperti itu, ya itu lah kepedulian yang dimiliki para pengurus yayasan. Miris rasanya melihat ODGJ yang dipasung. “ Kalau makan juga mungut di tempat sampah dan kadang banyak tindakan-tindakan kasar lainnya yang diterima oleh ODGJ,” kata Rukman.

Sedangkan cara kerja pengurus yayasan, lanjut, Rukman, jika pihaknya menerima laporan dari warga atau menemukan ODGJ maka ODGJ tersebut langsung dibawa ke RSJ Marjuki Mahdi. Jika ODGJ tersebut mempunyai BPJS, kadang dibawa ke RSJ Lembang.

Jika dari RSJ sudah pulih maka langsung dikembalikan kepada keluarga. Namun ada juga pihak keluarga yang karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan tak tahu bagaimana cara untuk menangani ODGJ. Mereka itu biasanya meminta pihak yayasan untuk mengurusnya hingga benar benar pulih.

Rukman juga mengakui, banyak kendala yang dihadapinya. Salah satunya seperti mendapatkan obat obatan yang dibutuhkan dengan keterbatasan dana. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah lebih serius menangani masalah ODGJ. “ Salah satunya memberikan sosialisasi bagaimana cara menangani, meningkatkan pelayanan dan juga  kesejahtraan bagi penderita ODGJ,” ujarnya.

Sementara Humas Panti Ruhang Rehabilitasi Pulih Jiwa, Verawati mengatakan, selama satu bulan ini ada 24 ODGJ yang berada dipanti.  9 orang sudah pulih dan diambil keluarganya. Sekarang tinggal 15 orang lagi yang masih berada di Panti. Verawati menegaskan, walau pun masih ada beberapa kekurangan dan juga keterbatasan, pihaknya tetap ridho dan rela untuk terus membatu warga yang membutuhkan bantuan. Karena kebetulan selama ini yang berada di panti hampir sekitar 70 % termasuk orang dengan tingkat kesejahtraannya boleh dikatakan keluarga miskin. Sehingga untuk menebus obat terkadang pihaknya harus mengambil jatah makan. Karena obat untuk ODGJ itu sangat penting. Sedangkan saat ini pihaknya belum mempunyai donatur.  “ Meski dengan keterbatasan, kami akan tetap memaksimalkan kerja sosial yang tengah digeluti  seperti mengurus ODGJ dan orang tuna wisma yang bernama Ma Kokom usia 65 tahun, dia adalah titipan dari Rumah Singgah Dinas Sosial Cianjur. Yang keadaan nya alhamdulillah kini semakin baik,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here