Bagian belakang RSUD Pagelaran

Laporan : Shandi/Ramdani/Ace

Cianjur,metropuncaknews.com – RSUD Pagelaran diduga kuat memanfaatkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Limbah B3 secara illegal. Karuan saja hal tersebut berpotensi terjadinya pencemaran lingkungan.

Selain itu, pihak RSUD Pagelaran ini pernah melakukan tindakan yang membahayakan. Yaitu mengangkut sampah medis tersebut dengan mobil Ambulance pasien.

Padahal, jika mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204 Tahun 2004 dinyatakan, bahwa setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan harus melalui proses sertifikasi dari pihak berwenang. 

Sementara, kondisi di lapangan pun banyak ditemukan sejumlah kejanggalan. Diantaranya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) limbah medis B3 diduga tidak memenuhi standar.

Kapasitas setiap bulannya menampung 500 kg. Namun jika ditelisik hanya muat tak lebih dari 200 kg. Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan karena sampah berserakan. 

Komite Media RSUD Pagelaran, Dedi Rudiana saat dihubungi di ruang kerjanya, Senin (4/3) kemarin mengatakan, untuk yang sekarang ini, pengelolaan sampah medis sudah memenuhi standar dan sudah dibuatkan MOUnya. 

“ Jadi tidak benar kalau itu menyalahi aturan, karena semua dilalui dengan prosedur yang benar,” kilahnya.

Disinggung tentang metode pengangkutan sampah yang tidak memenuhi standar kelaikan. Pihak RSUD Pagelaran berkilah, jika kondisi tersebut terjadi sudah lewat dan saat ini tidak lagi terjadi. 

” Dulu itukan kita gunakan jasa pihak ketiga PT.  Jasa Medivest untuk pengangkutan dan pemusnahan sampah medisnya bahkan pernah gunakan ambulance yang tak terpakai untuk angkut sampah, karena pihak ketiga tidak menyediakan angkutan khusus. Terkait hal ini sudah diproses hukum dan akhirnya kontraknya diputus, sekarang digantikan  oleh PT. Jalan Hijau untuk jasa pengangkutan sampah dan PT. WASTEC International untuk pemusnahan limbahnya,” terangnya.

Namun sayangnya terkait dengan keberadaan PT. WASTEC tersebut pihak RSUD tidak memberikan jawaban pasti terkait metode pemusnahan sampah. Begitupun dengan cara pengumpulan dan pengangkutan sampah medisnya.

” Kebetulan yang berkompeten menjawab tentang pengelolaan limbah medis ini adalah Kepala Instalasi K3RS, Rita Pelitasari. Tadi ada disini,  sekarang dia tidak tahu dimana tidak diketahui keberadaannya,” ujar salah seorang staf RSUD Pagelaran yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu,  Ketua Media Center Bravo Komando (MCBK) Rikky Yusup menyayangkan sikap RSUD Pagelaran yang terkesan menghindar saat ditemui sejumlah awak media. Pasalnya terdapat sejumlah kejanggalan yang itu harus dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak luas. ” Terkait dengan pengelolaan sampah medis B3 inikan terdapat sejumlah kejanggalan, tapi pihak yang berkompeten menjawab hal ini terkesan menghindar,  ada apa sebenarnya?.   Jadi acuannya itukan sudah ada dalam Keputusan Menkes mengenai pengelolaan sampah medis ini, tidak bisa sembarangan begitu saja harus ini dijawab secara transparan bukannya malah menghindar,” ujar Rikky.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here