RS. Bhayangkara Kartika Asih siap raih Predikat Zona Integritas(ZI)

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Tim Asistensi Pembangunan Zona Integritas (ZI) Kombes Pol Agung Sukonco, melakukan kunjungan kerja ke RS Kartika Asih. Pada kegiatan tersebut, Agung Sukonco juga memberikan pemaparan tentang Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Acara tersebut dihadiri Kepala RS. Kartika Asih Kombes Pol Farid Amansyah, SPPD dan Waka Rumkit AKBP dr. Agung Santosa serta jajaran pejabat utama RS. Kartika Asih.

RS  Bhayangkara Sartika Asih adalah salah satu rumah sakit Polri yang dimilik Polda Jabar. Selain itu, RS. Kartika Asih terpilih sebagai kandidat rumah sakit untuk meraih predikat menuju bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih  transparan dan akuntabel dan pelayanannya mengikuti tuntutan masyarakat .

Karenanya, reformasi birokrasi harus dilakukan sebagai langkah awal untuk  melakukan sistem penylenggaraan pemerintah yang baik. Sehingga dapat melayani masyarakat dengan cepat tepat dan profesional.

Dalam rangka menuju predikat WBK dan WBBM harus dilakukan langkah-langkah bersama dengan dua Satker lainnya. Yaitu Pam obvit dan Bimas serta beberapa Polres-Polres yang akan menunjuk WBK dan WBBM。

Pada kegiatan tersebut Farid Amansyah mengatakan, zona integritas itu ada dua. Pertama menuju Wilayah Bebas Korupsi(WBK) dan yang kedua menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Upaya-upaya yang dilakukan untuk menuju WBK merupakan sebagian besar dari manajemen perubahan,penataan tata laksana,sistem manajemen (SDM)dan penguatan pengawasan. Termasuk penguatan akuntabilitas kinerja. Total ada enam point yang harus dilakukan dan penguatan layanan publik. Selanjutnya baru Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM).

Termasuk melakukan terobosan-etrobosan dengan meningkatkan layanan publik dengan mengangkat Duta Rumah Sakit  yang berjumlah 14 anggota dari internal rumah sakit. Tugasnya adalah untuk memberikan layanan dan mempermudah masyarakat dalam kunjungan ke rumah sakit. Yaitu  dengan mengarahkan masyarakat ke tempat yang dituju di rumah sakit dengan lebih kepada pendekatan dan pemahaman.

” RS  Bhayangkara Sartika Asih mengutamakan pelayanan dan kenyamanan untuk masyarakat, termasuk menyediakan pustaka mini untuk pasien agar keluarga yang menunggu tidak jenuh,” kata Farid Amansyah.

Selain itu, kegiatan sosial lainnya pun sudah rutin dilakukan. Diantaranya tiap Jumat Anggota di kirim ke masjid-masjid untuk memberikan pelayanan serta untuk tiap minggunya ke gereja-gereja secara rutin ditiap bulannya .

Di sisi lain RS Bhayangkara Sartika Asih juga sudah membuat rencana kerja (Renja). Yaiyu memilih tim kerja untuk selanjutnya menyusun kelompok kerja (Pokja)kegiatan. “ Selain itu semua persyaratan sudah berjalan dan sudah kami lakukan bahkan RS.  Bhayangkara Sartika Asih termasuk 5 besar yang sistem pembayarannya semua melalui biling sistem yang sudah terintegrasi,” jelas Farid Amansyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here