Santri-santiawati mengikuti Pawai Taaruf dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Irmas

Laporan : Iriyanto

Cianjur, metropuncaknew.com – Dalam rangka memperingati  hari jadi “Ikatan Remaja Masjid” (IRMAS) yang ke 23, ribuan santri dan masyarakat dari Desa Kertamukti dan Desa Cipeuyeum serta desa-desa lainnya, mengikuti acara Pawai Taaruf, Sabtu (18/8).

Selain itu juga menyelenggarakan berbagai perlombaan dan MTQ antar Masjid Jami yang ada di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Ciranjang dan Haurwangi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Jami Nurul Huda yang terletak di Kp.Parungbitung RT 02/01 Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur.

Ketua Umum IRMAS, Ustadz Muh Nuh Aljabbar mengatakan, keseluruhan peserta yang mengikuti MTQ antar pengurus masjid itu sebanyak 50 santri. Lomba Adzan 120 santri, Hafid Quran 70 santri, Cerdas cermat 16 regu, kaligrafi 40 santri, dakwah 20 santri dan Murotal Quran 40 santri.

Untuk peserta pawai ta’aruf, total seluruh peserta tidak kurang dari 1000 orang yang melibatkan seluruh desa yang ada di dua (2) kecamatan. “ Semua peserta lomba ini terdiri dari delapan belas Masjid Jami dari dua  kecamatan” ujar ustadz Muh Nuh Aljabar.

Masyarakat Desa Kertamukti yang bukan peserta juga antusias meramaikan pelasksanaan pawai taaruf tersebut. Menurut keterangan, pawai taruf diikuti seluruh desa, dilepas pada pukul 14.00 WIB, dan tempat start pelaksanaan pawai ini dimulai dari depan Masjid Nurul Huda Kp.parungbitung RT:02/01 Desa kertamukti Kecamatan Haurwangi kabupaten Cianjur.

“ Untuk rute pawai taaruf tersebut, dari tempat start,yaitu Masjid Nurul Huda selanjutnya peserta akan melintasi ke Kp.Cileutik terus ke arah Kp.Cimalang, menuju perapatan Mareleng, kemudian belok kiri di perapatan Buniayu menuju Jalan Desa Kertamukti dan finish di halaman Masjid Jami Nurul Huda” jelasustadz Muh Nuh Aljabar.

Kepala Desa kertamukti Cepi Agustina mengatakan, melalui gelar pawai ta’aruf menyambut tahun baru Islam ini, pihaknya ingin menyerukan pentingnya kebersamaan di dalam perbedaan. Pesan itu tersirat dalam busana dan miniatur yang ditunjukan para peserta pawai.

” Ini semua merupakan bagian dari karakter muslim Nusantara, muslim yang damai, penuh toleran, Muslim yang bisa menerima budaya lokal dan menghormatinya,”  kata Cepi Agustina seusai melepas peserta pawai ta’aruf.

Ribuan warga Desa Kertamukti juga tumpah ruah di sepanjang rute untuk menyaksikan pawai ini. Cepi Agustina berharap, melalui pawai ini warganya memahami tiga konsep persaudaraan atas dasar keislaman (ukhuwah islamiah), persaudaraan atas dasar kebangsaan (ukhuwah whathaniyah).

” Saya ingin dan berharap masyarakat ikut mengambil nilai-nilai yang ada dalam kegiatan ini, yaitu nilai-nilai semangat Tahun Baru Islam yang penuh dengan toleransi kebhinekaan yang menyejukkan” tandasnya.
Sementara salah seorang warga dan tokoh masyarakat, Cecep Hardian antusias meramaikan pelaksanaan pawai taaruf tersebut.Salah seorang warga Desa Kertamukti yang saat itu mengikuti pawai menyebutkan, antusias warga mengikuti pawai karena pelaksanaan pawai dilaksanakan pada sore hari. Hingga membawa semangat baru masyarakat setempat untuk mengikuti pawai.

Karena biasanya pawai dilakukan pada siang hari sekitar jam 12.00 WIB. Sehingga masyarakat banyak yang tidak bisa mengikuti pawai karena kepanasan. Namun kali ini pawai dilakukan pada sore hari, hingga mayarakat penasaran ingin mengikuti dan melihat langsung arak-arakan pawai ini.

“ Kami sendiri ingin melihat langsung pernak pernik yang dibawa setiap peserta untuk memenangkan perlombaan pada pawai ini,” kata ibu-ibu warga Desa Kertamukti, yang sedang melihat arak-arakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here