Laporan : Dani.

Cianjur, metropuncaknews.com – Pondok Pesantren Al Istiqomah di Kampung Ciheulang Desa Langensari, menggelar peringatan Haol guru besarnya yang ke-18 (almarhum KH. Muhaimin Husen). Acara tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurut keterangan, konon santriawan-santriawati ponpes tersebut, sudah turun temurun berasal dari dalam dan luar kota. Bahkan ada pula yang dari luar Jawa.

” Yang datang pada peringatan Haol ini, sebagian besar almamater/alumni Pesantren Al Istiqomah. Selain itu banyak pula jamaah yang berdatangan dari dalam dan luar kota, bahkan tidak sedikit dari luar Jawa. Kalau dihitung-hitung dalam seharinya, bisa mencapai 1000 sampai 1500 jamaah yang datang silih berganti,” kata panitia pelaksana, Kamis (05/12).

Lanjutnya, peringatan Haol ini, dilaksanakan sekaligus memperingati memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

” Acara digelar selama tiga hari tiga malam, terhitung mulai tanggal 03 sampai 05 Desember 2019,” tambahnya.

Selama peringatan berlangsung ribuan jamaah dari dalam dan luar kota Cianjur, terus berdatangan silih berganti. Salah seorang family Pondok Pesantren Al Istiqomah, H Ade Samsu Ramli sekaligus pembina Irmis Al Istiqomah, membenarkan bahwa jamaah terus berdatangan.

” Benar, jamaah yang datang ada yang dari luar jawa. Seperti Lampung, Riau, dan daerah lainnya. Karena mereka itu, dulunya pernah mondok di pesantren ini,” kata Ade Samsu Ramli.

Selanjutnya Ade Samsu Ramli mengatakan, santri yang mondok disini, mulai dari usia 7 tahun, hingga usia dewasa. Sementara untuk pendidikan formalnya, pihak pondok pesantren bekerjasama dengan Yayasan Al Istiqomah. Mulai dari tingkat PAUD, SD, MTs dan SMA. Tidak hanya itu saja, ada juga santriawan-santriawati mahasiswa yang menetap d pondok ini.

” Pondok pesantren ini juga bekerja sama dengan Yayasan Al Istiqomah, sehingga jika menitipkan anak disini, pendidikan agamanya dapat formalnya pun ada,” terangnya.

Adapun yang menjadi program unggulan di ponpes ini adalah, cara cepat membaca kitab kuning. Mereka menyebutnya ‘amtsilati’.

Dalam kesempata itu, Ade Samsu Ramli juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir. Menurutnya dengan tidak melupakan tempat menuntut ilmu, apa yang pernah dipelajari akan menjadi suatu keberkahan.

” Terima kasih kepada seluruh jamaah, yang sudah menyempatkan datang dan mendoakan almarhum KH Muhaimin Husen, yang telah memberikan/mengajarkan ilmu agama kepada seluruh santriawan-santriawati yang mondok di Pesantren Al Istiqomah ini. Semoga menjadi amal baik serta mendapat keberkahan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here