Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 2500 ekor ayam pedaging di kandang berukuran 9×14 meter persegi, di Kampung Nyengked RT 03 RW 05 Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Cianjur, hangus dilalap si jago merah, Selasa (03/9), sekira pukul 20.00 WIB.

Pada saat kejadian pemilik sedang tidak berada ditempat kejadian. Karena harus mengambil serbuk gergaji (kayu) untuk pemanas ruangan (kandang ayam).

Saat ditemui keesokan harinya, Rabu (04/9), pemilik kandang Ade Kusyadi (43), mengungkapkan, menurut keterangan saksi pada saat kejadian malam itu, api berasal dari arah paling pojok kandang pertama. Dugaan munculnya api, karena adanya bahan baku yang memang berada di sekitar itu terdapat serbuk kayu. Sehingga kemungkinan sementara karena dari tungku api yang mengenai serbuk kayu tersebut.

” Saat kejadian, saya tidak di lokasi. Karena setelah magrib, saya ada perlu keluar. Setelah Isya, saya menerima telpon yang menyampaikan kandang ayam terbakar,” ungkapnya.

Ade yang sudah lima tahun usaha seperti itu, mengatakan, untuk mengantisipasi suhu kandang ayam menggunakan gas. Namun beberapa bulan kebelakang, ia berinovasi dengan menggunakan tungku api dari arang kayu (serbuk gergaji).

” Sebetulnya, saya masih belum terpikir kebakaran itu dari mana asalnya. Karena selama ini, sudah lama memakai tungku juga tak ada masalah,” kata Ade.

Lebih lanjut Ade mengatakan, ada semacam indikasi dugaan seseorang atau kelompok yang sejak beberapa waktu sebelum kejadian, sempat bergejolak di wilayah sekitar kandang. Menyikapi hal itu, pihaknya bersama pemerintah desa, Bhabinsa dan Bhabinmas sudah melaksanakan musyawarah, supaya jangan sampai ada kejadian yang merugikan orang lain.

”  Untuk saat ini, pasca kebakaran saya masih shock. Inginnya sekarang rehat dulu untuk tidak meneruskan sementara usaha ini. Tapi lihat saja nanti kedepan, mudah-mudahan ada solusi yang lebih baik buat semuanya,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cugenang, Kompol Iwan Mustawan mengatakan, kejadian tersebut bermula dari api yang melalap habis kandang ayam berbahan bambu dan membakar 2.500 ayam yang baru berumur dua hari.

” Dugaan sementara api muncul dari tungku pembakaran untuk penghangat suhu kandang dengan membakar serbuk gergaji, kemudian api menjalar ke kandang ayam dan menghabiskan seluruh kandang dan  anak ayam,” paparnya.

Adapun kerugian akibat kejadian itu, berupa material beserta anak ayam, yang ditaksir sekitar puluhan juta rupiah. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

” Untuk dugaan sementara api berasal dari tungku api. Tapi kalaupun ada indikasi lain, belum bisa dipastikan, mesti dilakukan penyidikan lebih lanjut lagi,,” ujarnya.

Sementara saat ditemui di kantor Kepala Desa Mangunkerta, Sekretaris Desa Mangunkerta, M. Sadam mengatakan, dari sejumlah kejadian tersebut pihak desa sebetulnya selalu memberikan imbauan ke tiap masing-masing RT. Bahkan sudah beberapa kali ketika ada pertemuan ataupun kegiatan di desa, sering diingatkan.

” Mungkin yang namanya musibah kan kita tak pernah tahu. Tapi mudah-mudahan saja, bisa segera ada solusi dan tindak lanjut penanganannya,” kata Sadam.

Atas kejadian kebakaran di wilayahnya, pihak desa telah membantu untuk melaporkan dan menindaklanjuti guna penanganan selanjutnya diberikan bantuan oleh pihak-pihak terkait.

” Memang, sejauh ini sudah ada beberapa yang telah terealisasi untuk diberikan bantuan bagi korban kebakaran khusus di desa kami,” ujarnya.

Terakhir, untuk kejadian tadi malam itu, masih diduga dari sumber pemanas kandang ayam. Kalaupun ada dugaan indikasi sesuatu yang lain itu belum bisa dipastikan.

“Saya tidak bisa memberikan tanggapan yang belum pasti. Hanya semenjak lima tahun kandang itu tidak ada masalah, tapi baru kali ini saja,” ujar  Sadam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here