Laporan : Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com– Wacana pembangunan Kampung Wisata Hydroponik di Kampung Tegalsereh Desa Cimangkok Sukalarang Sukabumi atau di eks galian pasir PT. ABC, disambut positif warga setempat.

Terpantau saat dilaksanakannya pertemuan antara seorang pengusaha dengan tokoh masyarakat, Sabtu (22/08) kemarin, didapati respon yang baik. Lantaran dari sebelumnya membeku tidak ada kegiatan/penghasilan, setidaknya dengan adanya kawasan wisata Hydroponil akan membuka peluang usaha bagi warga sekitar.

Perlu diketahui Hydroponik adalah system pertanian yang ramah lingkungan dan tidak memakai zat-zat kimia untuk dijadikan pupuk. Selain itu dengan diadakannya kawasan wisata Hydroponik di wilayah tersebut, bisa banyak menyerap lapangan kerja untuk warga sekitar dan bisa memanfaatkan lahan bekas galian pasir itu.

Kepada awak media Sabtu (22/08) salah seorang pengusaha Hydroponik asal Jakarta, Sutris Wiyanto (65) mengatakan, dirinya berencana akan membangun kampung wisata pertanian hidroponik di daerah tersebut.

” Alasan kenapa diadakan wisata Hydroponik, karena tanaman hydroponik beda dengan sistem pertanian lainnya, hasil komoditinya tidak bisa dimakan ditempat. Karena sistem Hydroponik identik dengan air, maka kami akan membuat sumber mata air dengan cara di bor,” ucapnya.

Sutris berharap, dengan adanya pertanian Hydroponik ini diharapkan kedepanya Indonesia bisa menjadi swasembada pengekspor komoditas sayuran. ” Yang terpenting proyek ini bermanfaat untuk warga setempat,” harapnya.

Sementara saat dihubungi awak media Senin (24/08), Bambang Adi S tokoh masyarakat Cianjur mengatakan, pada Sabtu (22/08) kemarin dirinya datang menyurvey bersama anak wakil Presiden RI Gus Muayad ke lokasi kampung wisata pertanian Hydroponik.

” Dengan adanya wisata Hydroponik ini, Gus Muayad terlihat tertarik dengan adanya proyek Kampung Wisata Pertanian Hidrophonix ini, karena selain melakukan menghijaukan kembali lahan yang rusak akibat bekas galian, proyek ini mampu menaikan sumber ekonomi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Bambang Adi S menambahkan, proyek ini merupakan solusi untuk mengatasi kesulitan dampak dari Covid 19. Karena banyak usaha yang morat-marit. Maka dengan adanya proyek  Hydroponik diharapkan masyarakat bisa mendapat penghasilan  yang jelas dan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here