Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ratusan warga Desa Jayagiri Sukanagara Cianjur Jawa Barat, lakukan aksi damai, Senin (22/6).  Aksi itu dikaukan untuk permasalahkan transparansi sejumlah program bantuan dari pemerintah. Aksi massa itu meminta agar bantuan bisa tepat sasaran, serta meminta pemerintah desa transparan dalam penggunaan anggaran tersebut.

Aksi damai tersebut dikawal ketat jajaran anggota Polsek Sukanagara dan anggota Koramil Sukanagara. Nampak hadir menyaksikan jalan aksi damai tersebut, Kepala Desa Jayagiri dan pejabat Muspika Sukanagara.

Seorang tokoh pemuda setempat Akah (40) mengatakan, keinginan warga pada dasarnya menginginkan adanya transparansi mengenai sejumlah anggaran bantuan yang dikucurkan pemerintah. Baik itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur, provinsi maupun pusat.

“Adapun aspirasi massa aksi ini, bukan soal dana bantuan sosial langsung (BST), anggaran Covid-19, dan bantuan pangan non tunai (BPNT). Tapi harus ada keterbukaan informasi publik,” katanya.

Adapun tuntutan yang disampaikan warga antara lain, transparansi anggaran Covid-19. Pasalnya, para penemo menilai, anggaran untuk yang dikucurkan dari Covid 19 tidak tepat sasaran. Seolah-olah desa menutupi proses sosialisasi. “ Hal itu terlihat diantaranya waktu penyerahan bantuan,” kilahnya.

Selain itu juga massa mempertanyakan, proses mengenai zakat fitrah, Satpol-PP desa kedudukan dan pangkat harus selektif. Pengangkatan aparatur desa harus sesuai kriteria. Misalnya pendidikan, pelayanan terhadap masyarakat, kades harus mengutamakan kepentingan masyarakat, jangan ada rangkap jabatan. Jangan tumpang tindih jabatan. Selanjutnya massa menunuk janji kades saat kampanye.

Selain itu, massa juga meminta ada pergantian LPM. Karena sudah menjabat selama 3 tahun. Massa juga meminta untuk bentuk organisasi Karang Taruna sesuai kepengurusan dan fungsinya. Dan terakhir pembenahan Puskesmas Pembantu (Pustu) agar bisa memperingan mengenai biaya.

” Segala program bantuan apapun juga, itu harus tepat sasaran. Dan harus diberikan kepada warga yang benar-benar berhak, sebagai penerima manfaat,” ujar Akah.

Selanjutnya Akah menegaskan, dalam segala hal atau bidang bantuan apapun, harus ada keterbukaan. Jangan ditutup-tutupi. Karena, aspirasi yang disampaikan warga ini untuk kepentingan semuanya.

” Ya, bukan kepentingan untuk sekelompok atau individu saja. Tapi, membantu juga pihak desa dalam bekerja. Biar pelayanan lebih baik dan desanya pun maju, berkembang dan warga sejahtera,” tandasnya.

Sementara pihak desa setempat meminta untuk dilakukan audensi. Sekitar 10 orang perwakilan dari massa aksi difasilitasi untuk elakukan audensi. Namun, tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Kepala Desa Jayagiri Wawan S menjelaskan, semua aspirasi warga yang disampaikan akan ditampung dan akan diterima dengan baik. Wawan mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih sekali atas kritik dan masukan dari warga. Wawan menjanjikan, semua tuntutan warga akan diperhatikan. Terutama yang menyangkut transparansi masalah bantuan.

” Saya akan mengajukan ke tingkat provinsi dan pusat. Mungkin saat ini ada aspirasi masyarakat baik dan akan disampaikan nanti. Saat ini, untuk bantuan anggaran atau dana Covid-19 ada sekitar 173 orang penerima BST, Banprov sekitar 86 orang keluarga penerima manfaat (KPM), dan PKH ada sekitar 400 orang lebih,” ucap Wawan.

Terakhir kata Wawan, itu yang sisa dan ditambah mungkin dari anggaran dana desa (DD), yang akan dicairkan dari jumlah 500 hanya bisa menerima atau kurang lebih 182 orang, untuk bantuan langsung tunai (BLT).

” Jadi bantuan yang belum tersalurkan itu hanya BLT dari dana desa (DD) saja, Itu juga dari jumlah 500 tersisa, yang mendapatnya hanya 182 orang,” ujarnya saar ditemui usai audien bersama massa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here