Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Akibat jalur akses jalan ditutup total, sebanyak 62 elf jurusan Cianjur-Cijati mogok jalan. Selain itu ratusan warga yang tergabung dalam ‘Komunitas Sopir dan kernet mobil elf jurusan Cijatian’,melakukan aksi unjuk rasa atas ketidak puasan dengan kebijakan sepihak yang diberikan pihak PT MUTIARA INDAH PURNAMA, sebagai pemenang tender proyek, yang mengerjakan pengecoran dan peningkatan jalan kabupaten, yang menghubungkan Cigadog-Sumur Kecamatan Tanggeung, leles dan Cijati, kurang lebih sepanjang 5 kilometer, Kamis (15/8) kemarin.

Usut punya usut, aksi itu dilakukan akibat akses jalan lintasan trayek Cijatian Cianjur-Cijati, Cianjur-Lelels dan jalan penghubung akses arah Cianjur dari Ciburang dan Cijati sepanjang 5 kilometer, untuk sementara ditutup total selama 200 hari.

Berdasarkan pantauan awak media, aksi unras dijaga pihak Kepolisian yang sekaligus membantu mediasi antara massa dengan pihak pembangun (PT MUTIARA INDAH PURNAMA). Mediasi berlangsung di aula Gedung kantor Desa Sumur Kecamatan Tanggeung, namun sangat disayangkan hingga siang hari belum ada penyelesaian.

Salah seorang sopir elf jurusan Cianjur-Ciburang, Ujang Fauzi (24), mengatakan, aksi massa itu, adalah ungkapan ketidak puasan atas keputusan sepihak dari pihak PT. MUTIARA INDAH PERMANA.

“Sekalipun diberikan akses jalan alternatif untuk melintas, tetapi dianggap jalan yang di berikan itu sangat membahayakan kendaraan. Mirisnya lagi, warga setempat pun tidak memberikan ijin, kebun dan kampungnya dijadikan jalan alternatif selama 200 hari,” ujarnya.

Massa lainnya, Rahmat (35), menyampaikan, warga yang setiap hari menggunakan akses jalan yang ditutup juga memberatkan, pasalnya jika mobil trayek saja sudah takut melewatinya, apalagi jika mobil pribadi.

“Coba bayangkan nasib warga yang hendak menuju Pagelaran dan Tanggeung, kalau harus melalui jalur Kadupandak, itu jauh sekali pak (red),”ungkapnya.

Lanjut Rahmat, apalagi kalau elef harus memutar jalan kejalur Kadupandak, selain menyalahi jalur trayek, penumpangnya pun tidak ada kalaupun ada hanya membawa 5 orang saja, itu pun kalau ada.

“Jelas kami sangat dirugikan sekali, belum lagi harus bersitegang dengan sopir trayek jurusan Kadupandak-Cianjur, sebab dianggap memasuki jalur trayek orang lain,” tegasnya.

Rahmat berharap, atas nama sopir dan kernet elf, berharap pihak Dishub dan pihak PT MUTIARA INDAH PURNAMA bisa mencari solusinya.

“Yang kami tau, biasanya pengerjaan jalan tidak ditutup total, melainkan diberi jalan setengah untuk bisa dilalui oleh kendaraan roda dua ataupun roda empat,” tandasnya.

Menanggapi aksi massa tersebut pelaksana dari PT. MUTIARA INDAH PURNAMA, mengatakan, “pihaknya akan tetap melaksanakan pengerjaan pengecoran jalan, sebab sudah menjadi keputusan kantor dan dikejar waktu,” katanya dengan kekeh tak menghiraukan keluhan massa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here