Para santriawan-santriawati menyambut kedatangan Satria Muda

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Dzikir dan Sholawat (Mazolat) Pilar Jagat, terus mengembangkan sayapnya. Salah satunya membentuk ‘Satria Muda Pilar Jagat’. Kehadiran Satria Muda mendapat sambutan begitu meriah dan semarak melalui konvoi menyambut kedatangan pentolan intinya di markas besar Pondok Pesantren (Pontren), Kampung Cilaku Rt. 01/02, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kamis (7/2).

Pentolan Mazolat, para punggawa sholawat dalam acara penyambutan Satria Muda menurunkan ratusan  satriawan dan santriawati. Para santri ini dipimpin langsung oleh Pimpinan DPP Majelis Dzikir dan Sholawat (Mazolat) Pilar Jagat, Aang Zain. 

” Kontek pengembangan sayap ini, secara garis besarnya melalui aksi gerakan keagamaan tersebut untuk mempererat nilai ukhuwah di antara jama’ah mazolat. Bukan kontek lain atau ke arah politik,” katanya kepada wartawan ini, Kamis (7/2).

Ia melanjutkankan, artinya tidak lain mempersiapkan dan merapatkan jaringan ‘Majelis’ sampai ke akar rumput di setiap kampung, desa, kecamatan hingga ke luar daerah kota/kabupaten. Saat ini fokus dulu pengembangan di Jawa Barat, khususnya se-Kabupaten Cianjur.

” Saat ini sedang di geber sekitar 20 kabupaten tersusun rapih, untuk meningkatkan nilai ukhuwah dan persatuan dikalangan jama’ah dengan menyelenggarakan ikatan silaturahmi dalam acara sholawat akbar,” beber Aang Zain. 

Pelaksanaan konvoi tersebut, dari Jalan Cibeber-Cilaku. Tujunnya untuk menyambut Satria Muda Pilar Jagat. Jelasnya Satria Mazolat untuk membentuk pradigma baru, supaya tidak terkontaminasi oleh nilai-nilai kebudayaan dari luar. Karena jauh dari nilai peradaban norma-norma agama dan jauh dari nilai uhkuwah.

” Sehingga menimbulkan norma negatif dalam peradaban berbangsa dan bernegara juga agama,” ujar Aang.

Lebih lanjut Aang mengatakan, Satri Muda Pilar Jagat membentuk kembali karakter generasi muda yang lupa akan hadiah leluhur. Yaitu keharmonisan dan menjalin silaturahmi juga persatuan. Melalui nilai-nilai agama menjadi rohmatanlilalamin, yang tua sayang pada yang lebih muda. Begitu pun sebaliknya yang lebih muda hormat kepada yang lebih tua.

” Sehingga terjalin tatanan yang harmonis, dan modal utama dalam membangun bangsa dan negara dengan tatanan dan peradaban harmonis. Bisa terjalin kerjasama dan kerukunan utuh, karena dibarengi dengan nilai adab dalam agama,” tutur, Aang Zain. 

Sebagimana telah teratur dan tertata rapih, demikian harapan para orang tua demi menjaga dan membangun kader ke depan. Mazolat membuat wadah pengkaderan untuk generasi penurus secara kontinyu tak mengenal batas. 

Mazolat mengajak keseluruh lapisan jama’ah dan simpatisan untuk menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI, dan Pemilihan Umum (Pemilu) Pilpres nanti, bisa menjaga perdamaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here