Laporan :Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Kurang lebih sebanyak 300 orang pedagang yang menghuni Kios Darurat Pasar Ciranjang Kabupaten Cianjur, mengeluh. Pasalnya selama berjualan beberapa hari kebelakang hingga sekarang  barang  dagangannya tak laku. Pasar darurat sepi pembeli alias tidak ada pengunjungnya.

Hal tersebut terjadi karena diduga kurang tegasnya pengelola pasar. Dampaknya, hingga kini para pedagang yang berada di Blok A dan Blok C tidak mau pindah ke kios darurat yang telah disediakan pihak pengelola.

Salah seorang pedagang yang berjualan di kios darurat Pasar Ciranjang yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, pihaknya pindah ke kios darurat, atas dasar perintah dari pihak pengurus pasar dan dari pihak UPTD Pasar Ciranjang.

Karena itu, pihaknya bersama para pedagang lainnya sebanyak kurang lebih 300 orang pedagang langsung pindah pada tanggal 28 Februari 2021 lalu. Kemudian, menghuni kios darurat yang berada di belakang pasar lama. Tepatnya di halaman terminal yang belum digunakan.

Namun sayang, sejak pindahnya berjualan di kios darurat hingga kini barang dagangannya tak  pernah ada yang laku. Pasar darurat sepi pembeli, karena pengunjungnya tidak ada. Pasalnya, para pedagang yang berada di Blok A dan Blok B tidak mau pindah ke kios darurat. “Hal itu terjadi diduga karena pihak pengelola pasar Ciranjang kurang tegas,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan dari  UPTD Pasar Ciranjang, Irwan Ridwan (49) mengatakan, memang benar, para pedagang yang sudah menghuni kios darurat, sering komplen dan mengadu pada pihaknya. Karena jualannya tidak laku akibat pedagang lainnya belum pindah.

Sebenarnya pihak pengelola telah melakukan berbagai upaya dengan maksimal. Seperti halnya melakukan penutupan gerbang masuk pasar, Gang H. Muslih yang menuju pasar dan menutup gerbang batas dengan jalur pasar Metro.

Namun sayang upaya seperti itu, diabaikan. Bahkan, penutup akses jalannya  dibongkar, dirusak oknum para pedangang yang berjualan di bagian depan. ” Penutup pintu besi dilas, itu juga dibongkar para oknum pedagang,” jelas Iwan.

Lanjut Iwan, setelah adanya pengrusakan pintu dan gerbang penutup,  pihak pasar, DPP dan K5 langsung melaporkannya pada pihak Polsek Ciranjang dan di jalan tersebut dipasang Police Line. Namun nyatanya penghalang jalan, pintu gerbang dan Polisce Line kembali dirusak oleh oknum pedagang.

Maka dengan adanya itu, pihak UPTD Pasar Ciranjang, Dishub Cianjur, DPP, K5, Polsek,  dan PLN Ciranjang, Jumat (12/03/2021) sekira pukul 16,00 WIB, melaksankan rapat koordinasi, untuk  membahas keluhan dan konplik internal pasar Ciranjang.

“ Pada para pedagang yang sudah pindah ke kios darurat mohon sabar, karena permasalahan tersebut sedang diupayakan kembali dengan maksimal,”  pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here