Laporan : Dhani/Septa

Cianjur, metropuncaknews.com – Ratusan massa dari LSM/Ormas, pertanyakan kebijakan Bawaslu Kabupaten Cianjur, terkait adanya kejanggalan selama seleksi Panwascam, Jum’at (27/12), sekira pukul 10.00 WIB.

Namun sangat di sayangkan pada saat audien antara LSM/Ormas dengan Bawaslu. Ketua Bawaslu Kabuaten Cianjur tidak ada di tempat, sehingga dari setiap pertanyaan yang dilontarkan, tidak ditemukan jawaban.

Korlap aksi ke Bawaslu Galih Widyaswara mengatakan, kami menuntut agar Bawaslu tidak bermain, melainkan harus objektif dan jujur dalam melakukan seleksi panitia pengawas kecamatan.

“Kedatangan kami ke kantor Bawaslu ini, adalah untuk mempertanyakan prihal adanya anggota yang double job, ada yang dari pekerja, perangkat desa bahkan ada juga calon kepala desa,” ujarnya.

Lanjutnya, pada saat audien tadi kami juga menyayangkan, pihak Bawaslu tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami tanyakan.

“Tadi, pihak Bawaslu tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami tanyakan, dan itu jelas membuat kami merasa kecewa,” tegasnya.

Ketua Srikandi PP Kabupaten Cianjur Reni S S.H., M.H menambahkan, dalam hal ini kami menilai Bawaslu tidak konsisten, dan tidak sesuai dengan SOP yang selama ini di jalankan.

“Jadi dengan tidak bisa menjawabnya pertanyaan yang dilontarkan, kami menganggap Bawaslu tidak konsisten dan gagal paham,” tambahnya.

Sementara pihak Bawaslu Kabupaten Cianjur, Asep Tandang Suparman alias Ijong menyampaikan, bahwa pihak Bawaslu menerima masukan dari masyarakat pada saat proses seleksi Panwascam kemarin.

“Sebetulnya, kemarin berbagai proses sudah kita lalui dan dijalankan sesuai dengan pedoman dengan aturan yang ada,” kata Asep.

Terakhir, menyikapi permasalahan double job, kalau masih di temukan anggota Panwascam yang double job, bisa dilaporkan ke Bawaslu kabupaten Cianjur.

“Kami siap menerima masukan dari masyarakat, terkait adanya penemuan anggota yang masih double job,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here