Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak450 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong disabikitas, janda, manula dan keluarga kurang beruntung yang ada di 8 desa di Kecamatan Haurwangi Cianjur, mendapat bantuan paket bantuan sembako dari Pemkab Cianjur, Senin (30/03).

Paket sembako tersebut diantaranya, beras 10 kg, sarden, telor, mie instan, minyak goreng dan jenis sembako lainnya. Pemberian paket sembako diserahkan secara simbolis  oleh Camat Haurwangi dengan turun langsung pada masyarakat.

TKSK KecamatanHaurwangi Roni Ruswandi menjelaskan, 450 KK tersebut menerima bantuannya tidak sama banyaknya. Karena semua itu sudah dipaket langsung dari pihak dinas terkait. Seperti halnya, Desa Haurwangi 80 Paket, Sukatani 60 Paket, Cihea 40 paket, Ramasari 60 paket Kertasari 40 paket, Mekarwangi 40 paket, Cipeuyeum 60 paket dan Kertamukti 70 paket.

Seluruh bantuan paket sembako tersebut telah distribusikan pada yang berhak menterimanya. Pembagiannya  dilakukan oleh pihak desa masing-masing. Sedangkan pendistribusian secara simbolis diberikan pihak Kepala Dinas Sosial dan Camat setempat pada beberapa orang yang berhak menerimanya di salah satu kampung yang ada di Desa Mekarwangi, Kertasari, Cipeuyeum dan Desa Kertamukti.

Bantuan paket sembako tersebut, tiada lain untuk membantu warga yang sekarang sedang diam di rumah akibat adanya virus Conona. Maka dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat selama berada di rumah.

“ Selain itu, kedepannya akan turun juga bantuan sembako dari Pemerintah Pusat dan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Roni.

Sementara itu, Kepala Desa Ramasari Agus Sumarna menambahkan, pihaknya mengaku hanya menerima bantuan paket sembako sebanyak 60 paket untuk 60 KK. Diantaranya untuk Lasia, disabilitas, janda miskin. Nama-nama keluarga tersebut diambil dari Basis Data Terpadu (BDT).

Karena itu, pihaknya tidak bisa membagikan sekehendaknya. Karena  sudah ada catatan kuotamya dari pihak Pemkab Cianjur. Karena itu sudah pasti akan banyak keluhan dari warga miskin yang lain yang namanya tidak terdaftar pada BDT.

“ Meski pun demikian, kami akan menjelaskan pada mereka semaksimal mungkin supaya tidak terjadi cemburu sosial, ucap Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here