Randai merupakan budaya Minangkabau yang terdiri dari alur cerita yang di aplikasikan lewat gerak berupa Silat dan Tari.

Laporan : Dwi

Kab. Batusangkar, Sumbar, metropuncaknews.com – Randai merupakan tradisi masyarakat Minangkabau dalam menjaga kelestarian budayanya. Hingga saat ini, eksistensi Randai masih terjaga dengan baik walau tekhnologi semakin canggih.

Hal ini dibuktikan dengan semakin berkibarnya nama Randai Sarunai Minang, berasal dari Jorong Baduih, Nagari Simawang, Kec. Rambatan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Seperti yang disampaikan Asril Susanto, Ketua Sanggar Randai Sarunai Minang, Randai ini sudah lama berdiri dan bertahan dari era globalisasi yang ada saat ini. Anggota kami terdiri dari anak-anak sekolah mulai dari anak SD, SMP dan SMA yang mana latihan rutinnya satu kali dalam seminggu.

“ Jumlah anggota Randai sampai 30 orang lebih, dengan jam terbang sudah sampai ke luar daerah Sumbar. Bahkan untuk tari piringnya, pak, masuk nominasi lima besar tingkat provinsi Sumbar,” ujar Asril, Minggu (23/12).

Akmal Chaniago, tokoh masyarakat dan pemuda dari Baduh juga menyampaikan harapannya terhadap pemerintah setempat. “ Dengan adanya Randai ini, setidak-tidaknya sebagai masyarakat Minangkabau, kami tetap berupaya melestarikan kebudayaan ini sampai anak cucu,” ujarnya.

Selanjut Akmal mengatakan, dengan adanya’ kegiatan ini, pertama bisa menjaga tradisi Minangkabau secara turun temurun dengan melestarikan dan mengembangkannya. Kedua bisa menjaga generasi muda terhindar dari pengaruh narkoba dan maksiat hingga menciptakan generasi muda yang agamais, budaya dan sportif.

“ Dan sebagai pemerintah daerah khususnya  dinas terkait, agar hendaknya memperhatikan sanggar ini supaya bisa sama-sama kita menjaga  kelestarian budaya Minangkabau.” kata Akmal yang juga pelatih dari tarung bebas, Tarung Derajat.

Akmal menegaskan, Randai merupakan budaya Minangkabau yang terdiri dari alur cerita yang di aplikasikan lewat gerak berupa Silat dan Tari. Maknanya penuh dengan yang tersurat dan tersirat, erat kaitannya dengan agama Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here