Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Rampung aksi “Bedah Rumah” yang dilakukan Ormas DPP Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa). Selanjutnya pengurus, dan anggota serata masyarakat melakukan doa bersama, Kamis (02/20) malam.

Ada pun rumah yang dibangun Gempa adalah rumah milik pasangan suami istri (Pasutri), Endang Rahmat (32) dan Sumi (30) warga Kampung Cipurut RT. 03/03 Desa Cijagang Kecamatan Cikalong Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Gerakan peduli bedah rumah terhadap sesama merupakan aksi sosial kemanusiaan tersebut, mulai dilaksanakan pembangunannya, Jumat  19 Juni 2020. Saat ini, sudah selesai. Untuk itu dilakukan acara doa bersama sekaligus acara penyerahan kunci.

” Target kemarin, selama sekitar 15 hari. Dan, alhamdulillah, pembangunan 12 hari sudah  selesai untuk bedah rumah milik salah satu warga,” ujar Ketua Umum (Ketum) DPP Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa), H. Aa Ujang Majudien Alq, pada awak media.

Aa Majudien memaparkan, ini adalah sala satu bukti wujud dari program sosial kemanusiaan. Melalui tema “Sebatang Rokok untuk Meraih Kunci Syurga”, artinya kepedulian umat.

” Nah, yang lebih pokok adalah memotivasi umat, agar bisa mandiri di dalam hal menyikapi permasalahan kepentingan di lingkungannya,” katanya.

Bahkan, aksi gerakan sosial kemanusiaan dilakukan tersebut, bukan  bedah rumah (Rutilahu) saja. Melainkan, kini juga sedang membangun satu unit Musolah ukuran 5×7 meter, di Kampung Citespong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Selain itu, masih papar Ketum DPP Gempa, untuk membangkitkan kembali sifat kepedulian umat dalam hal saling tolong menolong  dan rasa gotong royong. Dalam hal, mengatasi persoalan masalah di lingkungannya.

” Ya, terutama dalam hal mengatasi kebutuhan warga, yang ada di garis kemiskinan. Juga, untuk pembangunan sarana peribadahan, seperti Mushola dan lainnya,” papar U. Majudien.

Sementara, Ketua DPW Gempa Jabar , ustadz Haidar mengatakan, mudah-mudahan dengan program saat ini digeber, menjadi motivasi buat masyarakat lainnya. Bisa bangkit ,bergairah kembali  dalam hal tolong menolong dan gotong royong.

Lebih lanjut Ustadz Haidar mengatakan, saat ini sifat-sifat tolong menolong dan gotong royong, merupakan sifat budaya bangsa, yang hampir punah di masyarakat. Padahal, sifat ini yang dianjurkan oleh ajaran Islam.

” Tentunya, tolong-menolong dalam hal kebaikan. Dan, teruslah melakukan kebaikan jangan pernah berhenti,” pungkasnya.

Terpisah, Endang Rahmat (32) warga setempat sebagai penerima manfaat memaparkan, dirinya merasa terharu, sedih dan senang. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Endang merasa sangat bahagis dan berterimakasih sekali pada Ormas Gempa, .

Rasanya ingin menangis, aku Endang dan merasa sedih. Endang pun mendoakan, semoga, kebaikan yang diberikan bisa diganti berlipat ganda oleh Alloh SWT. Endang pun berharap, Ormas Gempa, tetap terdepan melakukan aksi sosial kemusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan dan terus berbuat dalam hal yang positif.

” Saya sekeluarga mengucapkan terima kasih telah dibantu,” paparnya dengan suara parau seakan tak kuat menahan rasa harunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here