Ustadzah Hj. Yeti Qobtiah

Peliput : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang ke 4. Karena itu, wajib dilaksanakannya seluruh orang yang beriman dan bertaqwa. Dalam ibadah puasa Ramadhan banyak hikmah yang perlu diketahui seluruh orang yang melaksanakannya.

Karena hikmah berpuasa di bulan suci Ramadhan erat kaitannya dengan keberlangsungan hidup manusia di dunia dan di akherat.  Seperti halnya, berpuasa di bulan Ramadhan, itu merupakan tanda terimakasih kepada Allah SWT. Karena seluruh bentuk perbuatan ibadah merupakan tanda terimasih pada Allah SWT atas segala nikmatnya.

Sebab nikmat yang telah diberikan Allah pada kita semua tidak akan terhitung banyak jumlahnya. Seperti dalam Firman Allah SWT surat Ibrahim ayat 34, Jika kamu akan menghitung nikmat (pemberian) Allah kepada kamu, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya,”.

Itu menandakan, nikmat yang diberikan Allah pada kita, begitu banyak. Seperti nikmat Allah yang ada disekujur tubuh manusia. Tangan bergerak, mata berkedif, jantung berdenyut memompa aliran darah, cantik, tampan dan banyak lagi nikmat lainnya.

Selain itu, hikmah dan rahasia puasa, mendidik atau melatih kepercayaan dan kejujuran. Karena ibadah puasa berbeda dengan puasa wajib lainnya. Ibadah shalat terlihat ada gerakannya di dalam mesjid. Zakat terlihat ada gerakan tangan sedang memberikan yang dizakatinya. Haji bergerak pergi ke Baitullah.

Sedangkan ibadah puasa sulit diterkanya. Karena orang bisa pura-pura berpuasa padahal tidak. Sebaliknya, mengaku tidak berpuasa padahal berpuasa. Hingga puasa melatih kejujuran, percaya diri dan tawaqal padanya.

Puasa melatih jiwa sosial, belas kasihan terhadap orang lain. Siapa saja yang menjalankan ibadah puasa niscaya akan terasa lapar, haus, lesu dan itu semua sering dialami keluarga fakir miskin yang ekrnominya kurang beruntung.

Maka bila kita merasakan lapar, haus, lesu, kemudian harus ingat pada fakir miskin, yatim piatu, jompo dan duafha, untuk menyantuninya. Meringankan beban mereka dalam melaksanakan kelangsungan hidupnya.

Pada puasa tersebut, mampu melatih kesehatan tubuh manusia. Karena selama kurun waktu setahun pencernaan kita tak ada hentinya terus tiap waktu yang telah ditentukan diisi makanan. Apa saja yang kita inginkan hingga kenyang dan pencernaannya tak pernah berhenti tiap saat bekerja keras.

Maka dengan adanya ibadah puasa Ramadhan yang lamanya 29 sampai 30 hari dalam kurun waktu satu tahun, maka usus pencernaan dalam tubuh agak sedikit teristirahatkan. Karena disiang hari orang yang berpuasa tidak ada sama sekali asupan makanan ke dalam perutnya.

Hingga mampu mengatur sirkulasi peredaran darah dalam tubuh. Selain itu seluruh otot dalam tubuh manusia yang berpuasa tidak akan kaku. Karena pada malam harinya melaksanakan shalat tarawih,  witir yang gerakannya cukup banyak dan seimbang.

“ Semoga ibadah puasa kita diberi kekuatan, lancar sampai dipenghujun Ramadhan juga mendapat ridhoNya,” ucap Ustadzah Hj. Yeti Qobtiah (56), dari Kampung Pabuaran, Cikidang, Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here