Kebebasan dalam berkarya ternyata begitu penting. Hal itu dibuktikan oleh sutradara Dimas Djay selaku kreator iklan Ramayana versi kasidah yang sedang viral.

“Bagusnya saya enggak direm sama agensi atau sama klien. Jadi ‘terserah deh Pak Dimas mau bikin apa, ngaco, ngaco aja sekalian’,” ucap Dimas kepada Kompas.com via telepon, Jumat (18/5/2018).

“Kliennya kayaknya tahu makin saya digituin, makin bisa macem-macem. Dibebasin,” katanya lagi.

Menurut sutradara film Tusuk Jelangkung itu, berkat kebebasan itu ia bisa leluasa mengeluarkan semua kreativitasnya. Ide-ide “ngawur” bin “ngaco” mengalir deras karena Dimas merasa nyaman berkarya tanpa tekanan.

Ia dengan bebasnya meramu cerita anak rantau yang ingin mudik Lebaran dengan konsep karaoke kasidah, ditambah gambar bernuansa era 1990-an dan bumbu komedi.

“Saya terselamatkan karena kliennya juga baik, ngebebasin. Kalau enggak, enggak bisa bikin kayak gini. Filternya mereka kan. Mau saya sehancur dan segelo apa pun, kalau ditahan di sana, enggak bisa,” ucap Dimas.

“Karena saya dikasih kebebasan, jadi saya nyaman kerjanya. Begitu nyaman, bisa muncul ide-ide yang ngaco gitu, ide yang spontan dan segar, out of the box. Kalau kerja under pressure, saya yakin itu enggak keluar sih. Bukan cuma masalah boleh dan tidak boleh, ini masalah kenyamanan bekerja,” sambungnya.

Sebetulnya, kata Dimas, sebelum iklan Ramayana versi kasidah viral, ada dua iklan garapannya yang lain yang juga pernah membuat heboh.

Pertama, iklan Indomie yang mengambil tema drama telenovela. Kedua, iklan Indoeskrim dengan konsep sinetron kolosal.

Karya-karyanya itu bisa terwujud karena kebebasan berkarya tadi yang diberikan oleh kliennya.

“Jadi memang kebetulan sering bikin iklan yang ngaco gitu he-he-he. Karena memang bisanya itu. Bikin iklan itu kalau enggak ngaco banget, serius banget,” katanya.

“Jadi kebetulan kemarin bikin yang ini… Kalau bikin sesuatu pasti enggak mikir bakal viral atau enggak. Terserah deh, bodo amat. Yang penting by concept kami konsisten aja. Setia dengan konsep kami,” tambah Dimas.

Penulis : Andi Muttya Keteng Pangerang
Editor : Irfan Maullana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here