Puluhan warga Seuseupan yang mengalami keracunan makanan terpaksa dirujuk ke RSUD Cianjur

Laporan : Shandi

Cianjur metropuncaknews.com – Kurang lebih 85 orang warga Kampung Seuseupan RT 01/01 Desa Wangunjaya Cugenang Cianjur, diduga mengalami keracunan makanan. Hal itu terjadi setelah warga menghadiri acara syukuran kepulangan ibadah haji kepala Desa Wangunjaya Cugenang, Jum’at (14/9) kemarin.

Kemudian pada Sabtu (15/9), sebagian warga merasakan mual, muntah-muntah hingga diare. Setelah itu para warga berobat ke bidan desa dan selanjutnya kembali ke rumah masing-masing.

Namun pada keesokan harinya, Minggu (16/9) sekira pukul 08.00 WIB, warga yang memakan nasi tumpeng kembali merasakan sakit dan bidan desa pun mengarahkan untuk menampungnya di madrasah Al-barokah di Kampung Seuseupan, Puskesmas Cijedil dan Cugenang untuk diberikan pengobatan.

Karena masih banyak yang tak kunjung sembuh, Sekira pukul 15.00 WIB, sekitar 35 orang di bawa ke RSUD Sayang Cianjur.

Ditemui di RSUD Sayang Cianjur, warga menuturkan, pada hari Jum’at, Kades Wangunjaya mengadakan syukuran. Selesai pelaksanaan syukuran, warga diberi nasi tumpeng. Namun beberapa jam kemudian setelah menyantap nasi tumpeng yang dikemas di stereopoam, warga merasa sakit perut, mual-mual, muntah hingga diare.

“Jum’at sore, istri saya mengikuti acara syukuran di rumah Pak Kades, selang beberapa jam kemudian sakit perut. Karena tak kunjung sembuh, saya membawa istri dan cucu saya ke bidan desa, tak tahunya banyak warga yang lain pun berobat ke sana, dan saya pun kembali pulang ke rumah, nah keesokan harinya kambuh lagi sehingga dirujuklah kami ke Puskesmas,” Kata Enjang Sopandi saat ditemui di RSUD Sayang Cianjur, Minggu (16/9).

Melihat kejadian seperti itu, dua Puskesmas yang berada di Kecamatan Cugenang, sigap menyikapinya, sehingga mereka mau turun langsung menanganinya hingga ke Rumah Sakit.

Hal tersebut dibenarkan oleh Beni Irawan Ketua APDESI Kabupaten Cianjur. ” Ya, memang pelayanan kesehatan bukan ranah kami sebagai kepala desa, karena tugas kami hanya melayani masyarakat saja, tapi melihat kinerja Puskesmas Cijedil dan Cugenang, saya merasa sangat kagum dan bangga, karena mereka begitu sigap dan bertanggung jawab akan tugas pokoknya dalam melayani kesehatan masyarakat,” ucap Beni di ruang IGD RSUD Sayang Cianjur.

Lanjut Beni, sebagai ketua APDESI Kabupaten, pihaknya merasa sangat prihatin atas kejadian tersebut. Terlebih ini bukan unsur kesengajaan, karena siapa pun tidak pernah tahu kapan musibah itu datang. “ Jadi bijaklah dalam menyikapinya, karena pada prinsipnya siapapun yang menjadi pemimpin, pasti menginginkan masyarakatnya sehat dan sejahtera, bukan membuatnya menjadi sakit,” pungkasnya.

Kepada awak media Azwar Buwares Caniago pelaksana perawat Puskesmas Cijedil menjelaskan, dari 85 orang korban  keracunan sudah ditangani, baik oleh Puskesmas Cijedil maupun Cugenang, dan untuk yang dirujuk ke RSUD Cianjur sebanyak 35 orang. Sedangkan yang lainnya, masih dirawat Puskesmas dan di aula madrasah Al-Barokah Kampung Seuseupan.

“ Padahal tadi juga Wakil bupati Cianjur sudah mengintruksikan melalui Camat Cugenang agar semua pasien dibawa ke Rumah Sakit, namun yang kami rujuk adalah pasien yang sekiranya urgent saja, karena dari tadi pun sudah ada yang bisa dipulangkan ke rumah masing-masing,” jelas Azwar.

Mengenai, penyebab keracunan, baik dari pihak Puskesmas dan Polsek Cugenang sudah mengambil sample untuk melakukan uji lab. Namun pengujiannya harus dibawa ke Bandung, sehingga harus menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here