Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sedikitnya 50 orang warga Kp. Cibanteng RT 04/06 Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang Cianjur, keracunan masal, Sabtu (18/07) sekira pukul 22.00 WIB. Diduga akibat mengkonsum nasi kotak yang dibagikan setelah syukuran 40 hari kelahiran bayi salah satu keluraga di kampung setempat.

Tak ada jiwa pada kejadian tersebut. Tapi seluruh warga yang keracunan dibawa ke Puskesmas Ciranjang, guna mendapat perawatan medis.

Salah seorang tokoh masyarakt setempat Usup (60) menjelaskan, ia  tidak ikut pada acara tersebut. Karena saat itu sedang ada keperluan keluar kampung.

Namun sanak saudaranya ikut pada acara tersebut. Menurut dia, terjadinya keracunan itu, diduga akibat mengkonsum nasi kotak yang dibagikan setelah acara syukuran 40 hari kelahiran bayi, keluarga tetamgganya.

Setelah selesai makan nasi dalam kotak, selang 30, menit, perut terasa sakit, pusing-pusing dan langsung muntah-muntah. Mulanya tak menyangka keracuran dan dikira hanya sendiri yang sakit. Namun  nyatanya setelah keluar lumah, tetangga yang lain mengalami hal yang sama. Hingga disektar lingkungan jadi heboh.

Satu persatu warga berangkat ke dokter terdekat dan Puskesmas Ciranjang. “ Setelah diketahui banyak warga yang sakit perut, maka satu persatu dibawa ke Puskesmas Ciranjang dengan menggunakan ambulan milik desa,” ucap Usup.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari Aji Cahya membenarkan  adanya kejadian keracunan massal. Sebanyak 53 orang warga Kp. Cibanteng, keracunan yang diduga berasal dari nasi kotak  hidangan syukuran 40 hari kelahiran banyi.

Seluruh warga yang keracunan saat itu, langsung dibawa ke Puskesmas Ciranjang. Setelah mendapatkan perawatan intensif, maka pihak Puskesmas mempersilahkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Hingga tidak ada seorangun yang dirawat inap.

“ Diduga kuat, yang menjadi pemicu keracunan massal, sebahagian makanan diambil yang nantinya akan diperiksa di labotarium,” ujar  Aji Cahya.

Selain itu, Aji Cahya menambahkan, pihaknya atas nama warga yang melaksanakan syukuran 40 hari kelahiran bayinya, mohon maaf pada semua warga yang keracunan. Karena hal itu bukan unsur kesengajaan. “ Entah dari makanan apa yang menjadi pemicu keracunan tersebut,” tambah Aji Cahya pada awak media, Minggu (19/07).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here