Laporan : Dan Nahili

Sukabumi, metropuncaknews.com – Masyarakat di dua desa Kec. Cireunghas, Sukabumi, mendambakan air yang layak pakai. Pasalnya menurut warga setempat, aliran sungai Cikupa diduga terkontaminasi limbah galian pasir.

Adapun masyarakat desa yang mendambakan air layak pakai itu adalah Desa Tegalpanjang dan Desa Cikurutug. Diketahui di wilayah desa tersebut merupakan lokasi yang paling parah terdampak limbah galian pasir. Salah satu contohnya, ditemukan para petani ikan yang merugi lantaran banyak ikannya yang mati.

” Selama ini airnya tidak layak pakai, karena diduga tercemar limbah galian pasir. Dan yang paling parah berada di Kampung Pasir Ipis,” kata Aki Didin tokoh masyarakat di Kampung Pasir Ipis.

Aki Didin melanjutkan, air kan memang kebutuhan pokok yang tidak bisa tergantikan. Kalau airnya masih seperti ini, dalam jangka waktu yang cukup lama pasti akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

” Harapan saya kedepan, ya mudah-mudah ada tindak lanjut dari dinas terkait dan pihak kepolisian terkait adanya dugaan pembuangan limbah galian ke sungai Cikupa ini,” ujar Aki Didin penuh harap.

Selain Aki Didin, ada juga Ustadz Muksin tokoh masyarakat Kampung Bandang, yang turut berbicara terkait adanya dugaan aliran limbah ke sungai Cikupa. Menurutnya, pihak terkait harus bertanggung jawab atas terjadinya dugaan pembuangan limbah galian pasir ke sungai Cikupa.

” Kalau terus dibiarkan seperti itu, kasihan masyarakat yang memang selama ini pun sudah terdampak aliran limbah galian pasir itu,” tuturnya.

H. Aah tokoh Kampung Cijurey Desa Cikurutug Kec. Cirenghas Sukabumi menambahkan, benar kurang lebih selama 25 tahun ini, masyarakat menantikan adanya aliran sungai yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

” Mudah-mudahan dengan adanya pemberitaan di media online metropuncaknews.com ini, bisa tersampaikan harapan dan keinginan masyarakat kepada pihak-pihak yang berwenang agar segera menghentikan kegiatan galian pasir yang ada di wilayah Cimangkok,” ujarnya yang diamini K.H Fatilah dan H. Hasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here