Jembatan yang kokoh dan kuat akhirnya terwujud juga. Karena itu masyarakat Desa Wanasari dan Naringgul,akan mengadakan syukuran

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Masyarakat Naringgul Cianjur Selatan nampak antusias dengan  dibangunnya, jembatan Cipandak/Citerup. Jembatan tersebut menghubungkan dua desa. Yakni Desa Wanasari dan Naringgul, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan.

Setelah menanti sekian lama, bahkan hingga puluhan tahun. Akhirnya melalui kesepakatan bersama (patungan dua desa, red), jembatan sepanjang 40 m x lebar 3 m x ketinggian 8 m, dengan kekuatan menahan beban mencapai 6 tonase, terwujud juga. Pembangunan jembatan itu menghabiskan anggaran hampir Rp. 1,2 Miliar. Dana  tersebut bersumber Dana Desa tahun anggaran 2018. Sedangkan pembangunan Jembatan Cipandak/Citeurep itu dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kerja (TPK) kedua desa itu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kini masyarakat tak harus memutar jauh lagi untuk mengangkut (menjual) hasil buminya. Karena Pemerintah Desa Wanasari dan Naringgul sudah membangun jembatan yang kokoh dan bisa dilewati oleh kendaraan roda dua mau pun roda empat.

Salah seorang warga Desa Wanasari, Cacang (26) mengatakan, masyarakat sangat berterimakasih kepada kedua pemerintah Desa yang sudah memfasilitasi pembangunan jembatan tersebut. Karena  dengan dibangunnya jembatan penghubung ini, masyarakat jelas sangat terbantu di sektor perekonomian.

” Dengan dibangunnya jembatan Cipandak/Citeureup secara permanen ini,  warga Desa Wanasari, tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah desa dan pemerintah pusat,” katanya diamini rekannya Ayep (35).

Lanjut Cacang, masyarakat sudah puluhan tahun mengharapkan pembangunan jembatan permanen yang bisa dilewati mobil. Kini alhamdulillah, diawal tahun 2019 ini terwujud. Sehingga masyarakat bisa menikmatinya dengan menggunakan kendaraan R 2 (motor) dan R 4 (mobil). “ Diharapkan dengan dibangunnya jembatan ini perekonomian masyarakat bisa lebih meningkat lagi,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Wanasari Upid Saripudin menuturkan, dana pembangunan jembatan Cipandak/Citereup itu bersumber dari kucuran anggaran Dana Desa (DD), oleh pemerintah pusat melalui Kemendes (Kementerian Desa). Sehingga dapat membantu desa mewujudkan keinginan masyarakat  yang hampir puluhan tahun ingin memiliki jembatan permanen yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

“Alhamdulillah kini jembatan permanen penghubung dua desa pada tanggal 15 Desember, 2018 lalu, sudah selesai 100%. Adapun anggaran yang digunakan dari DD tahun 2018, Sebesar 1,2 miliar. Dan kini masyarakat, sudah bisa menikmatinya baik  dengan menggunakan motor maupun mobil,” tuturnya, Senin (21/1).

Semua itu, lanjutnya, tidak terlepas dari dukungan Desa Naringgul yang sudah menyumbangkan dana sebesar 30%. Kini jembatan yang dulu banyak dikeluhkan masyarakat, sudah berdiri kokoh dan mampu dijadikan sebagai penunjang perekonomian masyarakat.

” Atas nama masyarakat, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah pusat yang sudah mengelontorkan anggaran DD. Dan Insya Alloh, kami (masyarakat Desa Wanasari dan Naringgul) akan mengadakan syukuran ‘tiga ratus kastrol liwet’, di sekitaran jembatan, pada tanggal, 18 Februari2019, nanti,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here