Laporan : Sam /AF

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) warga Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, mengeluh. Pasalnya, BPNT yang diterima kualitasnya jelek. Terutama komoditas jenis buah Pir. Dinilai warga penerima BPNT, sangat tidak berkualitas. Selain itu, juga tidak ada telor ayamnya.

Adapun komoditas yang diterima KPM BPMT di Desa Tanjungsari, sebagai berikut. Beras 10 kg, kentang seberat 800 gram, kacang ijo 300 gram, daging sapi 250 gram dan buah pir sebanyak 3 butir dengan berat 700 gram.

Salah seorang KPM Warga Desa Tanjungsari, berinisial NY (45) menjelaskan, bahwa jenis komoditas sembako yang diterimanya sekarang itu  tidak ada telur ayamnya. Bbiasanya ada buah apel, sekarang diganti dengan buah pir.

” Sekarang mah telur ayamnya tidak ada, yang biasa buah apel juga sekarang ganti jadi buah pir, buah pirnya juga terpaksa saya buang karena busuk”, ucap NY.

Selain itu,  KPM lainnya Khd (45) warga  RT 04/01 dan MRH (36), warga  RT 01/01 Desa Tanjungsari mengatakan, pembagian sembako dari Agen/ E_Warung tidak ada telur ayamnya juga buah Pir dalam kondisi busuk.

” Pembagian sembako yang diterima sekarang tidak ada telur ayamnya dan buah pirnya busuk,” ucap Khd yang diamini MRH, pada awak media, Selasa (15/4/2021).

Sementara itu pihak agen e-warung Desa Tanjungsari, Erwin mengakui, buah pir yang dikirim dari suplaier memang sebagian besar dalam kondisi busuk. Hingga pihaknya terpaksa melakukan penyortiran sebelum didistribusikan kepada KPM dan kalau item berupa telur ayam itu memang tidak ada.

” Memang benar pak,  buah pir  banyak yang busuk, jadi kami sortir dulu sebelum disalurkan kepada para KPM, bahkan banyak KPM yang  belum kabagian buah Pirnya,,”  jelas Erwin.

Lanjutnya, pihaknya mengaku heran. Kenapa hal itu bisa terjadi dan entah apa alasannya sekarang telur ayam jadi tidak ada. Juga kualitas buah pir yang busuk sudah dilaporkan pada pihak suplaier.

” Sudah Pak, sudah dilaporkan pada suplair, sebab yang lain juga sama banyak yang busuk, tapi sampai sekarang belum ada respon”, tambah Erwin.

Senada yang diucapkan TKSK Kecamatan Sukaluyu, Suwandi, pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan tikor terkait tidak adanya telur ayam.

” Saya mengimbau pada semua agen agar tidak mendistribusikan komoditi dengan kualitas jelek, serta harus diretur kepada suplier, juga kepada KPM agar tidak menerima barang atau komoditi yang kualitasnya jelek, ujar TKSK Sukaluyu.

Di lain pihak, Kepala Desa Tanjungsari, Waldi Akbar Yacob sangat menyesalkan adanya pembagian komoditas BPNT pada warganya dengan kualitas yang jelek tersebut.

” Harusnya agen e-warung dan pihak suplaier menyediakan bahan yang berkualitas, karena pada dasarnya mereka itu membeli. Kalau pihak supleir tidak sanggup menyediakan barang yang berkualitas, sebaiknya e-warung memberdayakan suplier lokal,” ujar Waldi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here