Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Petugas gabungan TNI-Polri, Tenaga Medis serta Satpol-PP yang dibantu anggota Linmas hampir kewalahan menahan puluhan kendaraan wisatawan yang datang dari luar daerah di perbatasan Bandung- Cianjur, Naringgul-Rancabali. Tujuan wisatawan tersebut adalah Pantai Jayanti Cianjur Selatan.
Namun berkat keseriusan dan ketegasan para petugas penjagaan yang mrlaksanakan tugasnya dengan ekstra ketat, akhirnya semua kendaraan wisatawan diputar balikan.

Plt Camat Naringgul Ijuh Sugandi mengatakan, dari pagi hinga sore tadi kurang lebih ada sekitar 90 puluh kendaraan yang di putar balikan. Rata-rata mereka berasal dari Bandung dengan tujuan hanya untuk jalan-jalan mencari tempat lokasi wisata di Cianjur Selatan. Lantaran lokasi wisata di Bandung semuanya ditutup.

” Saya selaku Camat Naringgul, mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas kesadaran warga yang dari luar daerah Cianjur, terutama warga Bandung yang sudah mengerti dan memahami keadaan situasi sekarang ini, yaitu dengan adanya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) untuk memutus mata Rantai penyebaran wabah virus covid 19,” kata Ijuh, Rabu (27/05).

Lanjut Ijuh, penyekatan ini tujuanya untuk kebaikan kita semua. Terutama bagi warga Naringgul, karena Kecamatan Naringgul selama ini masih dalam keadaan zona hijau dari penyebaran virus Covid 19.
” Penyekatan ini sifatnya hanya sementara waktu saja, jadi tidak selamanya. Karena sekarang lagi ada wabah virus Covid 19, makanya kami imbau sekali lagi untuk masyarakat yang dari luar daerah Cianjur, tolong batalkan dulu niat untuk jalan-jalannya, terutama ke wilayah Naringgul khususnya Cianjur selatan, karena sekarang semua lokasi wisata juga ditutup,” pungkasnya.

Salah seorang wisatawan asal Bandung Imas (45), dirinya sangat mengapresasi adanya kegiatan penyekatan dan pemerikasaan yang dilakukan oleh petugas Gabungan Muspika Kecaman Naringgul tersebut.
” Ya kami paham, ini kan demi kebaikan bersama, jadi kita harus lebih waspada dan berjaga-jaga dengan wabah virus Corona ini, mudah-mudahan wabah ini cepat berlalu supaya aktivitas kembali berjalan normal lagi,” ungkap Imas.

Imas menambahkan, awalnya kami pikir sudah tidak ada lagi penyekatan kendaraan. Tadinya ia bersama keluarga mau jalan-jalan ke Pantai Jayanti dan Rancabuaya mau menghilangkan penat. Sebab, lanjut Imas, sudah hampir sebulan lebih di rumah saja.

” Kalau memang seperti ini, terpaksa balik lagi kalau enggak boleh lewat, jadi liburannya tetap di rumah saja,” tambahnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here