Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng), tertangkap razia Satpol PP di lampu merah Pasirhayam dan Rawabango, Rabu (11/03).

Gepeng tersebut berasal dari dalam dan luar kota Cianjur. Diantaranya pengamen jalanan asal Buniayu Desa Kertamukti. Pengemis asal Kampung Cicadas Desa Cijedil, badut asal Kecamatan Campaka Mulya dan gepeng dari luar kota seperti Sukabumi dan Tasikmalaya.

Setelah diamankan pihak Satpol PP, gepeng tersebut diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Cianjur. Satu persatu mereka didata. Bahkan menurut keterang penanggung jawab rumah singgah Dinsos Cianjur, ada yang lebih satu kali terjaring razia.

” Memang ada beberapa orang yang sudah pernah terjaring razia, dan kami pun sebetulnya sudah memberikan pembinaan beberapa bidang keahlian seperti membuat kue dan menjahit,” kata Ari penanggung jawab rumah singgah.

Ari melanjutkan, sebelumnya pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat asal mereka tinggal melaui TKSK ataupun keluarga (kalau memang ada).

” Setelah dilakukan pendataan, sebagian ada juga yang langsung dijemput oleh keluarga ataupun pemerintah setempat yang sudah kami koordinasikan untuk melakukan penjemputan,” ujarnya.

Ari menambahkan, sekalipun tidak ada koordinasi sebelumnya dari pihak Satpol PP, tapi sebagai penanggung jawab rumah singgah, pihaknya siap menampungnya dan memberikan pembinaan.

” Pemberitahuan adanya razia gepeng oleh Satpol PP ada tapi melalui telepon, dan surat pemberitahuannya menyusul. Intinya untuk nilai kemanusiaan kami siap membina para gepeng ini, dengan harapan apabila memiliki keahlian mereka bisa membuka usaha sendiri dan tidak kembali ke jalan,” tandasnya.   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here