Aksi theatrikal dipertontonkan para pengunjukrasa saat melaukan aksinya di bunderan Hypermart

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan BEM-KM Universitas Suryakancana Cianjur, turun ke jalan, dalam aksi unjuk rasanya (unras). Mereka pun menghimbau pada semua pemuda dan mahasiswa untuk ikut ambil bagian pada aksi bela bangsa dan negara tersebut, Senin (10/9).

Aksi Longmarch dimulai dari halaman kampus Unsur menuju bundaran Hypermart. Kemudian bertolak ke gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Semuanya itu tidak terlepas dari pengawalan pihak kepolisian.

Dalam aksinya itu, para pengunjukrasa mengatakan, Presiden tidak efektif mengelola negara karena kabinet tidak solid. Kepentingan transaksional oligarkis lebih terlihat, bahkan nasionalisme meredup. Terbukti dengan dipertahankannya seseorang dengan indikasi dwi-kewarganegaraan didalam kementerian. Keberpihakan pemerintah kepada asing seakan tak terbentang. Kemandirian ekonomi yang dicanangkan dalam nawacita hancur dengan afiliasi yang nampak selam 4 tahun ini.

Kebijakan pemerintah muncul kembali terpuruknya rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Hingga Kamis (6/9) pukul 23.30 WIB, nilai tukar rupiah masih diangka Rp. 14.885,-. Hal ini mendorong HMI Cabang Cianjur dan BEM-KM Universitas Suryakancana Kabupaten Cianjur berunjuk rasa di DPRD Kabupaten Cianjur. Aksi itu merupakan salah satu bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Mahalnya bahan pokok, pembangunan infrastruktur yang menghasilkan hutang besar. Investor asing yang tidak pro rakyat, dan masalah ketenagakerjaan asing yang tidak terbendung. Sehingga warga Indonesia dijadikan tamu di rumah sendiri. Karena munculnya perpres no 20 tahun 2018, yang merupakan suatu itikad lowongnya kepentingan luar negeri.

Merupakan 4 alasan besar digelar ya aksi unjuk rasa tersebut. Intinya para pengunjukrasa ingin Jokowi – JK menyelesaikan semua permasalahan yang ada. Seperti janji-janji terdahulu. “ Dengan ini kami menghimbau semua pemuda dan mahasiswa untuk ikut ambil bagian pada aksi bela bangsa dan negara,” kata salah seorang pengunjukrasa.

Berdasarkan ringkasan kajian itulah, HMI Cabang Cianjur dan BEM-KM Unsur menuntut lima poin. Yakni, cabut mandat Jokowi sebagai Presiden, Stabilkan kembali nilai rupiah dimata dunia, Stabilkan harga-harga bahan pokok, Tolak investor asing yang tidak pro rakyat dan STOP TKA ilegal di Indonesia.

Demikian tuntutan reformasi mahasiswa, sebagai bentuk konsistensi HMI Cabang Cianjur dan BEM-KM Unsur Kabupaten Cianjur, untuk menjadi mitra kritis pemerintah. Sekaligus poros tengah yang menyambungkan lidah rakyat dan memberitakan kebenaran, tentang ekspektasi kebijakan dengan kenyataan di lapangan.

Dalam aksi tersebut, selain berorasi menyampaikan ungkapan kekecewaan terhadap ‘kegagalan Jokowi dalam timpangan ekonomi’, nampak ditengah kerumunan aksi unjuk rasa, theatrikal pemerintah Jokowi yang diperankan oleh Yusuf Hermawan Putra mahasiswa Unsur anggota HMI Cabang Cianjur.

“Dalam theatrikal yang saya perankan, banyaknya kelaparan-kelaparan di Indonesia terutama di Cianjur ini. Kenapa kami mentheatrikalkan ini, karena masih banyak terutama para orang tua yang masih bersusah payah mencari makan, apalagi dengan nilai rupiah yang semakin menurun saat ini, orang tua kami semakin susah membiayai kami maupun adik-adik kami untuk makan maupun untuk sekolah,” kata Yusuf, saat melakukan aksinya di bundaran Hypermart.

Dirinya berpesan agar Presiden Jokowi, bisa meningkatkan nilai rupiah dimata dunia. Karena akan berdampak pada peningkatan penghasilan dari pekerjaan orang tua kami untuk memberi makan ataupun membiayai sekolah, pesannya.

Ditemui disela aksinya, Ketua Umum HMI Cabang Cianjur Faisal Anwari mengatakan, adanya evaluasi yang perlu kita lakukan. Apa yang harus mahasiswa lakukan hari ini adalah untuk menilai dan memberikan sosial kontrol untuk saatnya membangun Indonesia lebih maju.  “ Jadi berbicara tentang Jokowi di tahun 2014 akan menstabilkan ekonomi sampai 70% kalau nggak salah, ini menjadi janji-janji dan ingatan kami sehingga hari ini aksi dilakukan,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here