Oleh : Sam AS

Ramadhan merupakan bulan suci yang mampu hanguskan berbagai dosa dan maksiat selama kurang lebih satu tahun lalu. Selain itu, Ramadhan merupakan bulan di mana diwajibkannya bagi orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Karena itu, puasa merupakan ajang menempa diri untuk meraih gelar Muttaqin.

Seluruh muslim diberbagai penjuru dunia, dari awal hingga akhir nanti, direkomendasikan Rasulullah SAW untuk bergembira, menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulan mulia karena mengandung perintah Allah SWT dan seruan Rasulullah SAW untuk berpuasa wajib  selama 30 atau 29 hari. Pada bulan tersebut, diturunkan pula wahyu Allah yang mengandung ayat-ayat Al-Quran.

Keutamaan Ramadhan lainnya adalah,  Lailatul Qadr. Yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka, bergembiralah dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan ibadah tarawihnya.

Rasulullah selalu memberi kabar gembira pada para Sahabatnya setiap kali datang bulan suci Ramadhan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Telah datang pada Anda bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu juga dibukakan pintu Surga dan ditutupnya pintu-pintu Neraka… ” (HR. Ahmad), ucap Ustadz Lalah Ubaidillah S.Pdi, saat melaksanakan tausyiah pada peringatan Isro Miraj dan menyambut bulan suci Ramadhon di Mesjid Alwusto Kampung Bedahan RW 10, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang.

Senada yang diucapkan Asep Muhamad  Anwar Soleh. Puasa Ramadhan merupakan perintah wajib bagi orang Muslim yang sudah dewasa (baligh) dan tidak memiliki uzur untuk menunaikannya. Puasa adalah ibadah yang cukup berat. Karena keterlibatan rohani dan jasmani secara bersinergi, tanpa perubahan tidak teknis pribadi maupun sosial. Ibadah puasa tidak seperti ibadah wajib lainnya yang dapat dilihat secara kasat mata.

Seperti ibadah Shalat, dengan sangat mudah kita dapat mengetahui seseorang yang sedang mengerjakan shalat dan yang tidak pernah shalat. Begitu juga dengan orang yang menukaikan zakat dan yang belum membayar zakat.

Hal itu, bisa dilihat dengan kasat mata, kita dapat mengetahui dan mengukur keimanan orang-orang yang pelit, kikir dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah.

Berbeda dengan puasa, ibadah puasa adalah ibadah rahasia yang hanya ditemukan oleh Allah dan orang yang melakukannya. Amal ibadah puasa akan langsung disebutkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, termasuk dalam hadis Qudsi yang menyatakan, setiap amal anak-cucu nabi Adam akan kembali pada saat mereka masing-masing, kecuali puasa. Karena puasa itu untuk Allah dan Allah yang juga melahirkan pahalanya.

” Hai orang orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, seperti orang-orang sebelumnya, semoga mendapat ketakwaan. Puasa hanya beberapa hari saja paling 30 atau 29 Hari,” ucap Asep Muhamad Anwar Soleh, membacakan dalil qurannya surat Albaqoroh ayat 183-184.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here