Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, Pembangunan 650 unit kios darurat pasar Ciranjang, Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, itu sebenarnya bukan mangkrak. Tapi para pekerjanya untuk sementara diistirahatkan. Karena bangunan phisik kios dianggap sudah selesai hanya tinggal memasang penerangannya saja.

Sekarang pihak pengembang sedang menunggu PLN melaksanakan proses pemasangam 10 tiang jaringan listrik yang masuk ke lokasi bangunan kios. Kalau jalur jaringan listrik sudah sampai ke kios darurat, maka akan langsung dipasang penerangan kesetiap kios.

Demikian dikatakan pemilik PT. Luhung Ciranjang Umis Supriatna (50) pada awak media. Lebih lanjut Umis mengatakan, bangunan kios darurat sebanyak 650 unit, itu bukannya berhenti tanpa alasan. Karena secara phisik seluruh bangunan kios darurat yang berlokasi di Sub Terminal Ciranjang, sebanyak 650 itu seluruhnya sudah selesai. Hanya tinggal penerangannya saja.

Sedangkan untuk mengajukan penerangan, sekarang itu agak sedikit kesulitan dibanding tahun sebelumnya. Karena selain proses agak sedikit menjelimet juga jalur jaringan listrik menuju bangunan kios darurat harus dipasang dulu 10 tiang beton. Sebab, jarak dari jaringan kabel induk ke lokasi kios agak cukup jauh.

Karena itu sambungnya, bila besok lusa tiang jaringan listrik PLN dipasang, maka akan langsung memasang kabel jaringan listrik kesetiap kios. Karena seluruh matrial untuk penerangan sudah tersedia lengkap. “ Setelah selesai maka akan meneruskan membangun kios darurat yang lokasinya di belakang pasar Hanggar yang lokasinya hanya beberapa meter dari kios yang dibangun sekarang,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang pasar Ciranjang, Wahyudin mengatakan, memang benar adanya. Bangunan kios darurat yang dibangun di Sub Terminal Ciranjang, seluruhnya telah selesai dibangun. Hanya tinggal memasang jaringan listriknya.

Maka dengan itu pihaknya meminta pada pihak pengembang agar segera mengajukan pemasangan jaringan listriknya pada pihak PLN. “Supaya bangunan kios darurat tidak disebut mangkrak dan supaya segera dihuni para pedagang yang sekarang membutuhkan tempat dagang yang sedikit nyaman,” kata Wahyudin pada awak media, Senin (16 /11).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here