Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, PT. EMA di Raya Cianjur – Bandung, tepatnya di Kampung Mareleng RT 01/10 Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi Cianjur,  yang menampung kurang lebih 500 orang pekerja, Kamis (30/04) sekira pukul 18.00 WIB.

3 unit Damkar dari Cianjur tak mampu menjinakan kobaran api. Hingga bangunan pabrik garmen PT. EMA ludes jadi arang. Kejadian tersebut menjadi tontonan warga sekitar. Karuan saja, hal itu  membuat arus lalu lintas jadi macet. Hingga kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung dipindahkan menggunakan jalan anternatif.

Salah seorang pembantu Mess karyawan PT. EMA, Tati (41) mengatakan, ia mengetahui adanya kobaran api berasal dari belakang gedung produksi. Tapi entah dari mana mulanya kobaran api berasal. Karena saat itu sekira pukul 18.30 WIB ia baru saja selesai buka puasa melihat kobaran api telah membesar dan menjalar kedepan bagian produksi.

Sontak saat itu pula, ia menjerit minta tolong pada Satpam yang sedang tugas jaga di pos penjagaan yang ada didepan dekat pintu gerbang. “ Lalu seluruh Satpam berhamburan melihat kobaran api dan sekaligus minta bantuan untuk memadamkan kobaran api,” tutur Tuti.

Sementara itu, HRD PT. EMA, Taufik  Azis mengatakan, saat  terjadinya kebakaran, dirinya sedang tidak ada ditempat. Ia mengetahui terjadinya kebakaran diberi tahu petugas piket (Satpam).

Lebih lanjut Taufik mengatakan, ia mengetahui terjadi kebakaran sekira pukul 18.15 WIB. Jadi, masih kata Taufik, diperkirakan mulanya terjadi kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB. Namun mengenai titik api berasal dari mana, ia tak mengetahuinya. Karena ia mengetahui api telah mumbumbung tinggi membakar gedung produksi. Sedangkan gudang dan mess karyawan tidak terbakar karena lokasinya terpisah dengan bangunan ruang produksi. “ Mungkin saja titik api berasal dari korsleting listrik,” kata Taufik.

Akibat musibah tersebut, lanjut Taufik, seluruh mesin, kain beserta hasil produksi dan alat penting lainnya ludes terbakar. Namun hingga kini pihaknya belum bisa memperkirakan jumlah kerugian akibat terjadinya kebakaran tersebut.

Taufik juga menyebutkan, saat terjadi kebakaran, pihak manager PT. EMA sedang tidak ada ditempat. “ Karena sudah berangkat pulang  ke Jakarta pada siang hari sekira pukul 16.30 Wib,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Damkar Ciranjang, Asep Rusmana menambahkan, pihaknya datang untuk memadamkan kobaran api, sekitar pukul 18,35 Wib dengan membawa 2  unit Damkar. Karena melihat kobaran api yang terus membesar, maka pihaknya mengundang dua unit Damkar dari Cianjur dan satu unit Damkar dari Cikalong Kulon. Hingga 5 unit Damkar yang ikut andil membantu memadamkan amukan si jago merah. Kobran api baru bisa dijinakan setelah petugas Damkar bekerja  selama dua jam.

Menurut Asep, lamanya memadamkan kobaran api itu, karena banyaknya kendala. Terutama padanya arus lalin dan warga yang sedang menonton kejadian. Hingga arus lalu lintas jalan raya Cianjur – Bandung, tepatnya di depan PT EMA, terjadi kemacetan. Karena itu, kendaraan dari Cianjur menuju Bandung dan sebaliknya, dipindahkan menggunakan jalan alternatif. “ Setelah itu, baru arus lalin lancar, hingga seluruh unit Damkar mampu bekerja dengan baik dan  lancar,” kata Asep Rusmana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here