Karena tak pernah ada kegiatan, maka PSSI Cianjur dinilai pecinta sepak bola seakan mati suri

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Maju mundur dan hidup matinya persepakbolaan tidak selamanya tergantung pada kemajuan clubnya itu sendiri. Tapi semua itu harus ada kebersamaan antara pengurus club sepak bola dengan pengurus Pesatuan Sepak Seluruh Indonesia (PSSI) atau di Kabupaten Cianjur disebut PSSI Askab Cianjur.

Menurut keterangan, club sepak bola yang sudah terdaftar di PSSI Askab Cianjur, ada 23 club. Club ini terdiri dari berbagai tingkatan usia. Mulai dari usia 13,15,17,19 dan usia 33 tahun. Seluruh pemainnya, memiliki potensi, skil dan keahlian yang cukup baik.  Namun sayang semua itu tak pernah tersalurkan dengan baik.

Karena di Kabupaten Cianjur,  tidak pernah adanya suatu event pertandingan sepak bola apa pun yang dilaksanakan PSSI Askab Cianjur. Sekali pun yang sifatnya hanya untuk mengairahkan para pecinta olahraga sepak bola dan khususnya para pemain. Karena itu, PSSI Askab Cianjur dinilai terkesan mati suri. Hidup enggan mati pun tak mau.

Salah seorang pencinta olah raga sepak bola asal Kecamatan Haurwangi, Kang Iin Juanda (45) mengatakan, persepakbolaan di Kabupayen Cianjur, sekarang ini bisa dikatakan melempem. Tak pernah adanya bentuk kegiatan turnamen jenis apapun. Hingga berbagai club sepak bola dari berbagai tingkatan usia seakan lumpuh dan tak bergairah.

Hidupnya sepak bola, karena adanya turnamen yang pasti,  jelas,  berjenjang dan terprogram. Seperti menjelang Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), memperebutkan piala salah seorang pejabat dan bentuk turnamen lainnya yang diprakarsai PSSI Askab Cianjur.

Nyatanya sekarang ini, club sepak bola yang sudah terdaftar resmi di PSSI Askab Cianjur, sekarang ini hanya terus saja berlatih, tanpa lelah dan bosan. Namun sayang pertandingannya belum pernah diselengharakan dari pihak mana pun juga. Seharusnya PSSI Askab Cianjur, mampu membuat program sepak bola yang jelas supaya seluruh club sepak bola yang sudah terdaftar tidak terkesan vakum.

” Kapan persepakbolaan Cianjur mau maju dan berhasil kalau PSSI Askab Cianjurnya mati suri,” ucap Iin Juanda dengan nada kesal.

Sementata itu, salah seorang pengurus PSSI Askab Cianjur, Ade Miftah mengatakan, memang benar adanya. club sepak bola yang sudah terdaftar di PSSI Askab Cianjur, sebanyak 23 Club dari berbagai tingkatan usia. Namun hingga kini belum pernah ada turnamen sepak bola khusus yang diselenggarakan PSSI Askab Cianjur. Hal itu terjadi, tambah Ade Miftah, karena terbentur biaya dan adanya kesibukan masing-masing pengurus.

Sehubungan dengan hal itu, pihaknya akan segera melaksanakan koordinasi dengan seluruh pengurus, utamanya dengan Ketua PSSI Askab Cianjur. “ Supaya tahun sekarang diadakan turnamen sepak bola, minimal untuk usia 17,19 dan usia 33 tahun, supaya PSSI Askab Cianjur tidak dikatakan mati suri,” kilah Ade Miftah pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here