Laporan : Nana Cajrana

PURWAKARTA, metropuncaknews.com – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Desa Citalang, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta diduga bermasalah. Pasalnya di lapangan, Selasa (7/7), nampak kegiatan pembangunan infrastruktur yang hasil pekerjaannya telah diserahterimakan antara pihak yang menerima program yaitu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Purwakarta tersebut, ternyata masih menyisakan pekerjaan. Padahal, seharusnya telah diselesaikan sejak tahun 2019 lalu. Ironinya, sampai saat ini sisa pekerjaan tersebut tak pernah dikerjakan pihak KSM di desa setempat.

Adapun sisa pekerjaan tersebut yaitu pembangunan Drainase di lingkungan RT 011/003. Volumenya kurang lebih 100 Meter. Adapun barang bukti yang sampai saat ini masih ada di lokasi, yaitu sebanyak 7 batang pipa paralon merk PVC yang hingga saat ini belum dipasang.

Menurut keterangan beberapa tokoh masyarakat Desa Citalang, ketidakberesan program Kotaku di desanya itu, juga terjadi pada kegiatan pembangunan Sarana Air Bersih (SAB). Dalam kegiatan SAB ini, pihak KSM tidak melaksanakan pemasangan sebanyak 60 unit meteran air yang seharusnya dipasang pada 6 titik lokasi SAB. Dengan perincian 1 lokasi SAB sebanyak 10 unit meteran air.

Adapun harga 1 unit meteran air sebesar Rp 170.000. Jika ditotal, anggaran untuk pembelian meteran air ini mencapai Rp 10.200.000 (10 unit X 6 lokasi = 60 unit X @Rp. 170.000 = Rp. 10.200.000). Beberapa tokoh masyarakat menduga, anggaran sebesar Rp 10.200.000 tersebut tidak digunakan untuk membeli meteran air.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun metropuncaknews.com di lingkungan Desa Citalang menyebutkan, ketidakberesan Program Kotaku yang terjadi di desa tersebut semuanya mengarah pada HS. Salah seorang pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Desa Citalang.

Dalam kasus ini, HS dituding sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas semua permasalahan yang terjadi. Karena HS lah yang mengatur dan mengarahkan berjalannya Program Kotaku pada para KSM.

Ditemui Selasa (7/7), pengurus BKM Desa Citalang,  HS mengakui soal meteran air memang belum dipasang. Tapi bukannya tidak dibelikan. “ Meteran air tersebut dibelikan, kok. Barang tersebut masih disimpan di rumah saya,” ujarnya.

HS juga mengakui soal pipa paralon yang belum dipasang pada kegiatan pembangunan Drainase di lingkungan RT 011/003. Ia beralasan pipa tersebut belum dipasang karena masih adanya perbedaan pendapat dengan pengurus lingkungan di RT 011.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2019 lalu Desa Citalang menerima anggaran Program Kotaku senilai (kurang lebih) Rp. 2 Miliar. Dana tersebut disalurkan pada para KSM yang ada di 2 RW, yaitu RW 03 dan RW 04. Untuk para KSM yang ada di RW 03 menerima anggaran senilai (kurang lebih) Rp. 912.000.000 yang terbagi di RT 011 dan RT 015. Sedangkan untuk para KSM yang ada di RW 04 menerima anggaran senilai (kurang lebih) Rp.1.088.000.000 hanya untuk RT 016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here