Laporan : Dadan

Sukabumi, metropuncaknews.com
Oknum salah seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sukabumi yang berinisial NS (50) diduga kutip dana bantuan dari Panitia Pelaksana Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran Irigasi tersier yang berlokasi di Kampung Pulopanggang RT 01/10, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kebupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kutipan dana tersebut, ditulis dalam kwitasi yang nilainya cukup signifikan juga ditulis untuk biaya Notaris dan transportasi kedinasan ke Bandung sebanyak 4 kali, tentu saja kejadian tersebut mengundang kontropersi berbagai pihak.

Salah seorang pemerhati pembangunan Kecamatan Sukaraja U Samsudin (47) menerangkan, proyek pembangunan TPT saluran irigasi tersier, itu dibiayai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pusat Jakarta, dengan nilai Rp 195 juta yang dikerjakan secara sewa kelola oleh P3A Mitra Cai Tani Lestari Desa Langensari.

Namun sayang, niat baik pemerintah membantu warga Desa Langensari supaya sejahtera, ternyata bantuan tersebut diduga dijadikan bancakan para oknum aparat setempat, termasuk oknum salah seorang Kades yang diduga mengutip dana bantuan untuk pembangunan TPT.

Ironisnya lagi, kutipan dana tersebut ditulis pada kwitansi dengan ditandatangi kedua belah pihak juga tanpa materai dan tanpa cap Pemerintah Desa. “Telah terima uang dari Ketua P3A Mitra Cai Tani Lestari, senilai Rp 7,5 juta untuk pembayaran Notaris dan Transportasi ke Bandung sebanyak 4 kali”.

Maka dengan itu diharapkan pada pihak yang berkompeten, mohon segera dilakukan peninjauan ke lokasi pembangunan TPT saluran irigasi, supaya permasalahan tersebut cepat tuntas, hingga tidak ada saling sangka negatif, Ucapnya

Sementara itu, salah seorang oknum Kades di Sukabumi ketika ditemui awak media, NS (50) menerangkan, pihaknya mengelak mengenai minta jatah pada pengurus P3A Mitra Cai Tani Lestari yang melaksankan proyek pembangunan TPT saluran irigasi tersier.

Kalau diberi untuk transport, membuat berkas pengajuan program dan uang bekas rapat pengajuan program, itu menerimanya dengan nilai nominal yang wajar. “Saya menerima uang dari pengurus P3A Mitra Cai Tani Lestari, itu tidak minta apalagi memaksa, melainkan diberi langsung oleh Ketua P3 A Mitra Cai Tani Lestari untuk transport ke Bandung sebanyak 4 Kali”.

Diberi uang langsung oleh Ketua P3A Mitra Cai Tani Lestari, karena mereka mengetahuinya bahwa program pembangunan TPT saluran irigasi tersebut, mengajukannya menggunakan biaya yang tidak sedikit.

“Wajar diberi uang oleh Ketua P3A Mitra Cai Tani Lestari, karena sebelumnya saya bulak – balik rapat ngurus program pembangunan irigasi, bayar sopir, beli bensin, beli makan dan minum, hingga tiap rapat menghabiskan biaya kurang lebih nih Rp. 1 juta satu kali rapat”, Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here