Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur metropuncaknews.com – Diberlakukan dan dilaksankannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pihak pemerintah, mulai pada tanggal 03 – 07 Juli 2021 s.d 20 Juli 2021, untuk memutus siklus penularan virus Covid-19.

Namun hal itu berdampak pula pada perkembangan ekomoni. Seperti halnya pelaksanaan PPKM Darurat di hari ke dua.  Arus lalu lintas di jalan raya Cianjur – Bandung, tepatnya antara Haurwangi sampai Cianjur, terlihat lenggang.

Biasanya di jalan pertigaan Ciranjang, Cisokan, perempatan Tungturunan,  pertigaan Patung Kuda Kosong, depan GSI Cikijing Sukaluyu dan di lampu Stopan Perempatan jalan Pramuka Karangtengah, arus lalu lintas padat merayap kadang terjadi kemacetan.

Namun dengan dilaksanakannya PPKM Darurat di ruas jalan tersebut, terlihat lenggang. Jarang terlihat kendaraan yang berpelat Nomor dari luar  Cianjur.

Salah seorang warga Kecamatan Ciranjang, Aa Dedi (58) mengatakan, dirinya tiap  hari pergi ke Cianjur. Berangkat pagi hari dan pulang sore. Setelah PPKM Darurat diberlakukan di Jawa dan Bali,  untuk arus lalu lintas di ruas jalan Ciranjang – Cianjur, terkesan lenggang, tidak padat seperti biasanya.

“ Mungkin itu, dampak dilaksankannya PPKM Darurat, lowongnya arus lalu lintas di jalan raya, seakan hidup kembali dimasa lalu, seperti disaat awal tahun dua ribuan, jalan bebas hambatan tidak pernah ada kemacetan,” jata Dedi pada awak media, Minggu, (04/7/2021).

Sementara itu, salah seorang sopir angkot jurusan Ciranjang – Cianjur  Ujang Sumarna (54) mengatakan, memang benar, dengan dilaksanakan PPKM Daruta, arus lalu lintas jalan raya Ciranjang – Cianjur, tidak padat.

Biasanya sambung Ujang, di setiap pertigaan, perempatan dan depan pabrik GSI  jalan raya Cianjursetiap pagi dan sore hari selalu terjadi kemacetan. “ Namun lowongnya jalan raya dari arus lalulintas, membawa dampak pula pada pengemudi angkot,” kilahnya.

Karena sekarang ini penumpang angkot ikut sepi pula. ” Arus jalan lenggang, kosong tidak macet, penumpang angkot juga ikut sepi,” keluhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here