PPK Warungkondang saat menggelar rapat pleno terbuka

Liputan : Cece

Cianjur, metropuncaknews.com – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Warungkondang melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Akhir (DPSHPA) Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 pada Rabu (15/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Komisioner Panwascam, Ketua PPK, Camat Warungkondang Candra Dwikusumah,SH. beserta Sekmat Dindin Lukmanul Hakim, SlP. Kapolsek, Babinsa serta para ketua dan anggota PPS.

Komisioner Panwascam Divisi SDM, Hadi memimpin langsung jalannya rapat. Pada kesempatan itu, Hadi mengatakan, pemilih yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik tidak diakomodir untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif 2019 Tingkat Kecamatan.

Untuk itu, seluruh stakeholder khususnya PPS dan PPK agar senantiasa melakukan sosialisasi secara terus menerus ke masyarakat.

” Jadi para PPK dan PPS harus aktif terjun ke lapangan untuk menyampaikan  ke masyarakat terkait hal ini, sehingga tak ada warga yang tak bisa memilih hanya karena tak memiliki KTP-Elektronik,” ujarnya menegaskan.

Hadi pun berharap, semua masyarakat aktif dan bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 2019 mendatang.

” Dalam hasil rekapitulasi DPSHP akhir menuju daftar pemilih tetap (DPT) di Kecamatan Warungkondang tercatat sejumlah 51,078 ribu peserta pemilih,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Warungkondang Kompol Ma’ruf menambahkan, pihaknya selaku pengemban fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat berharap pelaksanaan Pemilu dapat berjalan aman dan damai.
Kalau pun ada riak-riak yang terjadi, semoga dapat diatasi bersama. ” Kami dari pihak kepolisian juga mengingatkan kembali keaktualan data mesti diperhatikan dan diperbaiki,” katanya.

Danramil Warungkondang mengatakan, apabila ada warga yang telah meninggal agar tidak dicantumkan sebagai pemilih lagi. ” Begitu juga para pemilih pemula, harus dimasukan dalam daftar pemilih,” ujarnya.
Ketua PPK Umar Adnan menyatakan, daerah yang baru saja melaksanakan Pilkada maka petugas PPSnya tidak melakukan pendataan coklit. Melainkan hanya melakukan perbaikan data yang sudah ada. ” Misalnya untuk data pemilih yang sudah meninggal dunia mau pun pemilih pemula,” terangnya.

Umar juga menigatkan kepada anggota PPS untuk tetap menjaga netralitas dan independensi. ” Karena saya lihat beberapa anggota PPS ada yang masuk group-group politik di sosial media,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here