Sosialisasi Pilkada Serentak 2018 diselenggarakan PKK Haurwangi sembari menggelar acara Jalan Santai dan Organ Tunggal

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Pemimihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Jawa Batat, tinggal menghitung hari. Karena itu, seluruh Pelaksana Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di Kabupaten Cianjur, Minggu (29/04) menggelar  sosialisasi tentang pelaksanaan Pilgub Jawa Barat. Seperti halnya PPK Haurwangi, melaksanakan sosialisasi Pilgub sembari menyelenggarakan acara  jalan sehat, senam sehat dan hiburan organ tunggal.

Sosiisasi pelaksanan Pilgub, diutamakan mengenai cara melaksanakan pemilihan. Karena sekarang ini seluruh hak pilih saat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), selain membawa surat undangan juga diwajibkan membawa tanda bukti kependudukan yang sah. Seperti halnya harus membawa KTP- elektrik atau Suket KTP.

Ketua PPK Haurwangi, Nasrul Al Fariz (40) menjelaskan, kegiatan sosialisai Pilgub Jawa Barat tersebut, merupakan tahapan kinerja PPK Haurwangi. Utamanya mengenai waktu pelaksanaan pencoblosan suarat suara di setiap TPS pada 27 Juni 2018 dan mengenai tata cara pendaftaran saat hak pilih mau melaksanakan pencoblosan di TPS. Karena setiap hak pilih diwajibkan harus memperlihatkan KTP elektrik asli atau suket.

Menurut dia, hal tersebut, telah diatur dalam PKPU No 2 Tahun 2017, tentang pemutahiran data dan penyusunan daftar pemilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Pada sosialisasi pelaksanaan Pilgub yang sekarang digelar,  dilaksanakan jalan sehat, senam sehat dan hiburan orgen tunggal. Kegiatan itu diikuti para peserta yang hadir dari aparur kecamatan, apatur desa, KPPS,  PPDP dan elemen masyarakat lainnya.

“ Maka dengan adanya kegiatan itu, Diharapkan pelaksanaan Pilgub Provinsi Jawa Barat bisa terlaksana dengan tertib, aman dan lancar,” ucap Sahrul Farid.

 

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana sosialisasi Pilgub Jawa Barat, Kecamatan Haurwangi, Budi Hermawan menambahkan, pelaksanaan Pilgub Provinsi Jawa Barat, itu hanya tinggal menghitung hari. Selain itu adanya peraturan baru, utamanya mengenai pelaksanakan pemilihan dan pencoblosan di TPS.

Para hak pilih bila datang ke setiap TPS, selain membawa surat undangan DPT maka harus disertai dengan KTP elektrik yang asli atau membawa Suket. Bila tidak membawa hal tersebut maka tidak bisa melaksanakan pencoblosan pasangan Gubernur dan wakil Gubernur.

“ Utamanya pada pemilih pemula dan pemilih yang usianya sudah tua. Itu perlu diberi penjelasan dengan cara matang, supaya nanti pada pelaksanaan Pilgub terlaksana dengan tertib, aman dan lancar,” ucap  Budi Hermawan pada media.

Dilain pihak, salah seorang pengamat Pemilu Independen Erwin (51) mengatakan,  dengan diberlakukannya  PKPU No 2 Tahun 2017, tentang pemutahiran data dan penyusunan daftar pemilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Pihak KPUD Kabupaten Cianjur beserta PPK di setiap kecamatan, harus melaksanakan sosialisasi dengan ektra keras. Karena waktu pelaksanaan Pilgub hanya tinggal menghitung hari.Terhitung dari sekarang itu bukan waktu yang lama melainkan waktu yang mepet.

Hingga sosialisasi tentang hak pilih diwajibakan menyertakan KTP atau Suket, itu harus benar mengakar sampai ke bawah. Bila perlu dilaksanakan disetiap majlis talim, RT/RW dan lebih efektif lagi bila  disosialisakan melaui media cetak dan media online yang kredibel.

“ Suaya nantinya pada pelaksanaan Pencoblosan surat suara, tidak banyak hak pilih yang tidak melaksanakan hak pilihnya dengan alasan lupa membawa KTP atau belun memiliki suket,” tegas Erwin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here