Polsek dan Koramil Bojongpicung santuni keluarga Bakri

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com –  Bakri (50) pasangan hidup Aisyah (45) dan anaknya Jujun Junaedi, menderita kelainan jiwa  atau yang kenal dengan istilah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka adalah warga Kampung  Kiara Payung RT 02/06 Desa Ramasari Kecamatan Haurwangi Cianjur. Selain itu mereka menguhni rumah reyot ukuran 5 X 2,5 meter, semi permanen yang berdiri di tengah pesaawahan.

Mereka itu, sepekan yang lalu dipulangkan paksa dari Panti Sosial Rehabilitasi Jiwa di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, mereka itu tidak memiliki kartu Jaminan Kesehatan (BPJS) atau yang lainnya.  

Tentu saja keluarga Bakri yang masih belum normal sembuh,  prilakunya hampir sama seperti semula. Melihat kondisi demikian, jajaran Polsek beserta Koramil Bojongpicung, Sabtu (09/02) sekira pukul 09,00 WIB, melakukan peninjauan dan sekigus memberi bantuan sembako. Seperti diantaranya  beras, mie instan, minyak goreng dan sembako lainnya. 

Kapolsek Bojongpicung, AKP. M Nur menjelaskan, pihaknya  beserta angota Koramil Bojongsoang datang menjenguk keluarga Bakri. Karena mendengar telah dipulangakn dari panti rebilitasi jiwa Sukabumi. Sedangkan kondisinya masih belum sehat normal. Hingga dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.  

Untuk itu, dilakukan kunjungan ke keluarga Bakri. Sekaligus membawa bantuan Sembako. Itupun hanya sekedar untuk membantu biaya hidupnya sama ada yang beri santunan dari pihak lain.

Selain itu, Kapolsek mengatakan, Bakri sekelurga dalam waktu dekat akan dibawa berobat ke panti rehabilitasi jiwa Marjuki Mahdi di Bogor. “ Saat Bakri berobat, maka rumahnya pun akan direhab oleh pihak pemerintah Desa Ramasari beserta masyatakat,” jelas M. Nur. 

Sementara itu, Kepala Desa Ramasari Agus Sumarna mengatakan, sebenarnya keluarga Bakri tidak tergolong keluarga tidak mampu. Karena,  tanah yang ditempatinya itu miliknya dan memiliki tanah sawah seluas 750 meter persegi. Tanah tersebut, merupakan hasil harta warisan dari orangtuanya. 

Namun, Bakri. sekeluarga diduga menderita kelainan jiwa dan anaknya Jujun Junaedi menderita keterbelakangan mental dan kini mengikuti pendidikan di SLB Haurwangi. Karena itu, pihak pemerintahan desa dan warga setempat akan merenovasi rumahnya. 

“ Atas kepedulian semua pihak, khususnya Muspika Haurwangi dan masyarakat setempat yang telah ikut peduli terhadap keluarga Bakri yang nota bene menderita kelainan jiwa,” ucap Agus.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here