Anggota Polsek Bojongpicung bersama anggota Panwascam Bojongpicung, deklarasikan Anti Hoax

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Banyaknya berita hoax (berita bohong),  baik berupa tulisan, audio suara dan berupa video kerap kali beredar di Media Sosial (Medos). Hal itu tentu akan berdampak negatif terhadap masyarakat atau pada pengguna Medos itu sendiri. Karena berita yang belum tentu kebenaranya itu, disebarkan lagi pada orang lain.

Demi kemanan, kenyamanan dan ketentaraman masyarakat, maka jajaran Polsek Bojongpicung mengelar sosialisasi, deklarasi tentang berita hoax terhadap berbagai elemen masyarakat. Seperti halnya pada Ormas, LSM, para ustadz, pengurus Panwascam, PPK Kecamatan dan  pada elemen masyasyarakat lainnya yang ada di wilayah kerja Polsek Bojongpicung.

Kapolsek Bojongpicung, AKP Muhamad Nur, SH mengatakan, dilaksanakannya sosialisasi dan deklarasi anti Hoax itu, merupakan  tugas pihak Kepolisian dengan masyarakat. Karena berita bohong, hoax akan berdampak buruk bagi masyarakat itu sendiri.

Seperti yang pernah terjadi ada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dituding akan menganiyaya para Ulama, kiyai, Ustadz dan Imam mesjid. Padahal itu semua merupakan berita hoax belaka. Diduga kuat dilakukan oleh oknum yang akan memperkeruh suasana kedamian umat beragama dan banyak lagi kasus berita hoax lainnya.

Karena itu, pihaknya menghimbau pada seluruh elemen masyarakat Kecamatan Bojongpicung dan Kecamatan Haurwangi, agar waspada dengan banyak beredarnya berita hoax di Mendos. Telaah dahulu, atau langsung dibuang jangan sesekali untuk dibagikannya pada akun teman, kerabat atau orang lain. Karena berita tersebut belum tentu kebenarannya.

Untuk menjaga beredarnya berita hoax, maka pihaknya melakukan upaya dengan melaksanakan deklarasi anti hoax pada berbagai elemen masyarakat. Seperti halnya pada pengurus Panwascam, PPK dan pada ormas pemuda Kecamatan Haurwangi.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan tersebut, berita hoax yang beredat di Medos, minimal bisa ditekan peredarannya. “ Hingga membuat masyarakat aman, nyaman dan damai,” ucap Muhamad Nur.

Sementata itu, Divisi Organisasi dan SDM Pawascam Haurwangi, Yayat Hidayat (47)  menambahkan, dengan melaksanakannya deklarasi anti hoax, secara tidak langsung akan menekan penyebaran berita hoax di Medos/ Selain itu, pihaknya juga akan ikut membantu dan sekaligus memberi contoh pada rekan kerja, teman dan para tetangganya.

Yayat tidak menampik, sering mengaflod berita yang belum tahu kebenarannya. Tapi setelah dilaksanakannya deklarasi dan sosialisasi anti hoax akan lebih waspada dan lebih hati-hati dengan kiriman-kiriman berita tulisan, adio dan berita video yang berbau hoax.

” Saya sering menerima berita tulisan, audia dan vidio melalui WA yang belum tentu kebenarannya dan langsung dibagikan pada orang lain, tapi sekarang hal tetsebut tidak akan teriafi ladi,” jelas Yayat pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here