Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Cegah penyebaran virus corona meluas di Kabupaten Cianjur, penyekatan pemudik di perbatasan terus  digelar Polres Cianjur.

Saat ini Polres Cianjur sedang melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2020 sekaligus Penyekatan Pemudik. Pada momentum saat ini giat Operasi Ketupat Lodaya 2020, memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2020, berlangsung di tengah pandemi wabah Covid-19. Karena itu, Polres Cianjur pun terus melakukan penyekatan bagi para pengendara yang hendak mudik.
Selain itu, Polres Cianjur juga melakukan check point untuk mengantisipasi kendaraan yang terindikasi melaksanakan Mudik Lebaran 2020.

” Setiap kendaraan yang akan masuk wilayah Cianjur, akan dilakukan pemerilksaan medis/suhu badan terlebih dahulu, terus dilakukan juga pemeriksaan tujuan kendaraan,” ujar Kapolres.

Adapun beberapa lokasi penyekatan dan check point yaitu di Gekbrong (Cianjur-Sukabumi), Puncak (Cianjur- Bogor), Haurwangi (Cianjur- Bandung Barat), Cikalong Cibeet, Cikalong Maniis, di perbatasan Bandung jalur selatan (Naringgul – Ciwidey), perbatasan Cidaun(Cidaun – Garut). Tetapi titik yang diutamakan untuk penyekatan adalah puncak. Karena pemudik yang ingin melintasi daerah puncak merupakan pemudik dari zona merah. Mayoritasnya dari Bogor dan Jakarta.

” Check point ini, dilakukan mulai awal bulan April lalu, dengan penjagaan petugas selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang masuk Kabupaten Cianjur dan para pemudik yang memanfaatkan waktu lengah yaitu malam hari, apalagi pemerintah pusat telah resmi melarang masyarakat untuk mudik lebaran,” terang Kapolres.

Terakhir, Polres Cianjur juga memerintahkan pada setiap personil pos check point, agar memutar balikan pengendara yang tidak menggunakan masker dan suhu pengemudi ataupun penumpang tinggi dan  berasal dari zona merah serta melanggar aturan PSBB.
” Bila ada pemudik yang terindikasi gejala terjangkit virus corona, maka kita akan suruh putar balik agar pulang ke daerah asalnya, hal ini dilakukan agar virus corona tidak menyebar ke Kabupaten Cianjur,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here