Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Pelaksanaan tes tertulis akademik tambahan bagi Bakal Calon (Balon) Kepala Desa periode 2020-2026, digelar di Universitas Suryakana (Unsur) Cianjur. Seleksi Balon Kades tersebutmenpadat pengawalan yang ekstra ketat dari pihak kepolisian Polres Cianjur, Minggu (19/01).

Kepada awak media, Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Warsito mengatakan, alasan dilakukannya pengawalan ini, bertujuan supaya pelaksanaan tes tertulis akademik tambahanbagi Balon Kades periode 2020-2026 ini, bisa berjalan tertib, aman dan lancar.

” Dilakukan tes tertulis ini, karena pendaftar kandidat calon kades dimasing-masing desa, lebih dari lima orang, sementara calon yang akan diikut sertakan dalam pelaksanaan pilkades serentak,   maksimal sebanyak lima orang,” kata Warsito.

Lanjut Warsito, sebelum mengikuti tes tertulis, para kandidat, diberikan pengarahan mengenai tata tertib pelaksanaan. ” Seperti melakukan registrasi dan mengisi absensi, serta membuat surat pernyataan bersedia menerima hasil tes tertulis, dan pengambilan nomor peserta,” terangnya.

Menurut keterangan, di Kabupaten terdapat 248 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak 2020. Sedangkan untuk desa yang memiliki kandidat lebih dari lima orang, tercatat ada 69 desa. Jika semuanya hadir total psesertanya mencapai 507 peserta.

” Menyikapi hal tersebut, upaya yang dilakukan pihak Kepolisian adalah mencegah jangan sampi terjadi keonaran, sehingga kami (TNI-Polri), berupaya mendekati kandidat yang gugur dalam tes tertulis, supaya tidak membuat onar,” imbuh Warsito.

Masih ditempat yang sama, panitia pelaksana tes tertulis akademik tambahan Pilkades periode 2020-2026, Drs Dedi menjelaskan, pelaksanaan tes berlangsung di dalam ruangan yang steril. Terdapat 15 soal yang tidak boleh dibawa keluar ruangan, dan nantinya hasil tes tersebut, akan ditabulasi dan rangking.

” Semua peserta yang mengikuti tes akan menerima hasilnya langsung, dan yang lulus tes pun akan diumumkan saat itu juga. Dan untuk hasil adminitrasi, nanti akan digabungkan dengan hasil tes tertulis,” jelasnya.

Dedi menambahkan, untuk yang perolehan nilainya sama, akan disiapkan soal ekstra dalam jangka waktu 10 menit. Demikian juga  panitia desa pun, harus bisa mengkalkulasikan nilai tes admin dengan tes Akademik.

” Saat ini memang ada beberapa desa yang belum menyampaikan hasil pleno penilaian admin dan ini mungkin akan menjadi kerawanan dari 507 orang. Bisa jadi yang masuk hanya separonya, sehingga 157 kandidat akan gugur,” jelas Dedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here