Kapolres Cianjur AKBP Soliyah saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan begal motor

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Warga Cianjur, terutama yang sering keluar malam hari, bisa sedikit merasa lega. Pasalnya komplotan begal yang terkenal sadis hingga tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam (sajam) telah berhasil dibekuk petugas kepolisian Polres Cianjur.

Karena menyulitkan kepolisian dan berupaya kabur dari kejaran petugas, pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kakinya. Abdul Aziz Muslim alias Ekek (23) dan Hendar alias Upes (22), harus rela menelan pil pahit, buah dari kelakuannya melawan Polisi.

Akibat dari kelakuannya, kedua pelaku merengek-rengek menangis, karena merasa kesakitan saat dibawa dari ruang tahanan menuju tempat jumpa press di Unit Satreskrim Polres Cianjur, Senin (10/09).

Memang kalau sudah begitu, orang tua mana yang tega melihat anaknya merengek-rengek, menangis menahan kesakitan. Namun  siapa pun tak akan menyangka, melihat diusianya yang masih muda, tapi berani melakukan hal sesadis itu. Bahkan sangat ditakuti para pengendara motor dimalam hari.

Dari keduanya, polisi menyita satu buah obeng, golok, kunci motor, handphone, serta dua unit sepeda motor merk Honda Beat dan Yamaha R15.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah menuturkan, kedua pelaku dinilai kejam dalam menjalankan aksinya. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya dengan senjatan tajam. Saking kejamnya, satu korban mengalami luka tusukan menggunakan obeng di bagian telinga oleh pelaku.

“ Pada saat itu ada korban yang berusaha melawan saat kedua pelaku meminta paksa motor korban di jalan Raya Cipanas Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang, sehingga dengan tega pelaku menusuk korban menggunakan obeng,” kata Soliyah pada awak media.

Soliyah juga mengatakan, para pelaku biasa melancarkan aksinya di tempat-tempat sepi, dan dibekuk aparat tidak lebih dari waktu 24 jam usai korban melaporkan kejadian pada petugas kepolisian.

Soliyah menegaskan, hal tersebut adalah bentuk keseriusan Polres Cianjur dalam menindak lanjuti kasus begal di wilayah hukum Polres Cianjur.

“ Pelaku berhasil kami deteksi melalui sinyal handphone milik korban yang diambilnya. Saat lokasi terdeteksi, dipantau pelaku sedang main game di rumah salah satu pelaku di wilayah Kecamatan Cipanas,” kata Soliyah.

Lanjut Soliyah mengatakan, tindakan tegas akan dilakukan kepada setiap pelanggar hukum yang berusaha memberontak atau pun lari dari kejaran petugas.

Kini, kedua pelaku terancam hukuman selama 10 tahun penjara atas perbuatannya. “Mereka dijerat dengan Pasal 365 tentang pencurian disertai dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal diatas 10 tahun penjara,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here