Laporan : Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Fakta baru beras bercampur butiran plastik program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Cianjur, terungkap dalam rapat Komisi D DPRD Cianjur yang di gelar dalam rapat kerja dengan dinas sosial (Dinsos), Kamis (24/09).

Rapat kerja yang digelar di ruangan Rapat Gabungan Gedung wakil rakyat itu melibatkan Kepala Dinas Sosial, Camat Bojongpicung, TKSK, Supplier dan Kepala Desa Sukaratu, serta sejumlah anggota Ormas berlangsung berisitegang.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi D Sahli Saidi meminta keterangan yang sedetil-detilnya kepada Camat Bojongpicung terkait ditemukannya beras bercampur butiran plastik itu.

Camat Bojongpicung Ejen Jaenal Mutaqin menerangkan, selain di kampung Margaluyu Desa Sukaratu, beras bercampur plastik tersebut ditemukan kembali di Kampung Babakan Asem Rt 02/02 Desa Cibarengkok.

“Baru-baru ini ada juga informasi di Cibarengkok dua KPM atas nama Karlenk dan Kokom, yang berasnya tinggal setengah karung sisa dimasak, dan ternyata ditemukan butiran plastik, sedangkan untuk Kokom terdapat lima butir dalam beras,” terang Ejen.

Ejen juga mengungkapkan adanya satu KPM yang sudah memasak beras bercampur butiran plastik dan sudah mengkonsumsunya.

“Alhamdulillah setelah di cek kesehatannya, tidak ditemukan gejala-gejala, atau kondisi yang mencurigakan atau dikatakan tidak ada perubahan dalam tubuhnya. Artinya KPM itu dalam kondisi sehat,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi usai kegiatan rapat terkait banyaknya pengaduan program BPNT yang disampaikan Komisi D dan temuan lainnya, Kepala Dinas Sosial Amad Mutawali mengatakan, pihaknya membuat surat dan mengevaluasinya.

“Kita akan membuat surat lagi dan mengevaluasinya kembali,” kata Mutawali dengan singkatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here