Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, M.Si memimpin acara konferensi pers di RS Sartika Asih Bandung

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat gelar konfrensi pers terkait pengungkapan pencurian dengan kekerasan (Curas). Konffrensi Pers tersebut digelar di RS.Bhayangkara Sartika Asih Biddokkes Polda Jabar Jln Moh Toha Kota Bandung, Rabu (05/09).

Dalam konfrensi pers tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda, Kabidhumas Polda Jabar, Karumkit RS Sartika Asih, Kapolrestabes Bandung dan beberapa Anggota PJU Polda  Jabar.

Pada kgiatan itu, Kapolda memapaparkan pengungkapan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polda Jabar. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis 30 Agustus 2018 pada pukul 03.40 WIB disamping rumah no 1 Jalan Surapati Kel Lebak Gede Kec Coblong Kota Bandung.

Modus para tersangka dengan menggunakan sepeda motor Beat warna hitam Nopol D 5699 -KP yang di kemudikan tersangka Yonas Aditya dan membonceng tersangka Aminatus Solihin (AS) Alias Ami. Tepatnya di jalan surapati Kel Lebak Gede Kec Coblong Kota Bandung .

Sekitar pukul 03.40 WIB kendaraan para tersangka memepet kendaraan yang di kemudikan korban  Eva Aprilia  yang membonceng Shanda Puti Denata. Kemudian tersangka Aminatus Solihin alias Ami mengambil tas secara paksa yang dibawa korban Dhanda Puti Denata. Hingga kendaraan terjatuh dan tersangka melarikan diri dengan membawa tas hasil rampasan.

Atas kejadian tersebut mengakibatkan kedua korban di rawat di rumah sakit. Korban Shanda Puti Denata saat ini meninggal dunia.  Sementar korban Eva Aprilia yang mengalami patah tulang saat ini masih dalam perawatan.

Dari hasil olah TKP dan informasi dari penyelidikan diperoleh informasi, yang telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan cara jambret. Diduga kuat dilakukan tersangka Aminatus Solihin alias Natus alias Ami dan tersangka Yonas Aditya. Pada Selasa 4 September 2018 ditangkap Tim Unit 2 Subdit 3 Jatanras Dit Res Krim Um Polda Jabar didepan Griya Pahlawan Bandung. Petugas juga mendapatkan barang bukti berupa 1 unit Handphone merk Xiaumi type Redmi 4 milik korban.

Berdasarkan keterangan tersangka Aminatus Solehudin, perbuatannya dilakukan bersama dengan tersangka Yonas Aditya dengan menggunakan sebuah sepeda motor honda Beat warna hitam Nopol D 5699 KP milik tersangka Yonas Aditya. Selanjutnya dilakukan pengejaran ke daerah Rancamanyar Kab Bandung.

Namun pada saat diminta menunjukan keberadaan tersangka Yonas Aditya, tersangka Aminatus Solihin mengecoh petugas dan berusaha melarikan diri. Sehingga diberikan tindakan tegas terhadap tersangka Aminatus Solihin dan terhadap terhadap  Yonas Aditya dilakukan penangkapan pada Rabu (05/09) dan saat ini dilakukan penyidikan untuk proses lebih lanjut.

Turut disita sebagai barang bukti, 5 buah Hp berbagai merk,1 Unit Camera,1 bh tas, 2 Bh STNK, 6 Nomor kartu yang di lepas dari Hp, 1 Unit Sepeda Motor.  Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUH Pidana dengan Ancaman hukuman penjara selama paling lama 20 tahun (dua puluh tahun) atau seumur hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here