Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ati Awie calon legislatif (caleg) dari partai Nasdem diputuskan bersalah. Ia dijatuhi hukuman enam bulan kurungan dan satu tahun percobaan serta denda lima juta rupiah. Hal tersebut diketahui dalam sidang putusan pidana pemilu, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Cianjur, Kamis (20/12).

Selaku kuasa hukum AA, O. Suhendar masih pikir-pikir terkait dengan putusan terhadap kliennya tersebut. Karena  Hakim Ketua juga memberikan kesempatan untuk berpikir terhadap putusan.

Pembelaannya juga diterima oleh hakim, bahwa ‘sawer uang tidak termasuk politik uang. Karena dapat dikonversikan dalam konsumsi dan transportasi’.

” Kita tadi diberi waktu untuk berpikir selama tiga hari. Saya akan koordinasi dulu dengan Ibu Ati Awie,” ungkapnya.

Menurut Suhendar, keterangan para saksi masih meragukan, apalagi terkait adanya ucapan meningkatkan harkat martabat wanita, jika kliennya terpilih. Hanya saksi Elis yang mendengar adanya ucapan itu.

Selain itu video yang diputar bukan dari HP Elis, sehingga nilai buktinya diragukan.

” Saksi Iyam juga menarik BAP terkait keterangannya. Hanya sembako yang dipermasalahkan, tetapi saksi ahli dari KPU dalam aturan kurang jelas terkait sembako,” tuturnya.

Dilansir dari pemberitaan Maharnews.com (20/12), Divisi Penindakan Pelanggaran, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, Tatang Sumarna mengatakan menunggu hingga tiga hari.

” Jika ada ingkrah, kita akan koordinasi dengan KPU terkait hal itu,” ucapnya.

Ditanya terkait diskualifikasi caleg yang sudah mendapat putusan hakim yang berkuatan hukum secara sah, Tatang menerangkan pada pasal 285, KPU memungkinkan untuk menjadikan

putusan sebagai dasar pencoretan.

“Polanya nanti dari KPU terkait pencabutan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here